LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Pemeriksaan pranikah di sejumlah puskesmas sepanjang tahun 2025 kembali mengungkap berbagai kondisi kesehatan pasangan calon pengantin, mulai dari penyakit menular hingga gangguan psikologis serius. Hal itu disampaikan oleh Yusinta Annisa Wati, S.Tr.Keb., Bidan, saat ditemui dalam layanan pemeriksaan pranikah.
Menurut Yusinta, pemeriksaan pranikah kerap menjadi momen pertama bagi sebagian pasangan untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing.
“Macam-macam yang kami temui. Bahkan ada pasangan yang ternyata positif HIV,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama pemeriksaan pranikah adalah mencegah risiko penularan setelah menikah.
“Kalau ditemukan positif, kami langsung rujuk ke layanan PDP untuk memulai terapi ARV,” tambahnya.
Meskipun HIV tidak dapat disembuhkan, pengobatan teratur dapat menekan risiko penularan.
“Kalau disiplin obat, dia nggak menularkan ke pasangan maupun ke bayinya nanti,” tegas Yusinta.
Selain masalah fisik, pemeriksaan pranikah juga mengungkap sejumlah persoalan mental.
“Ada yang datang karena dijodohkan, ada yang sedang hamil duluan, bahkan ada yang sampai punya pikiran bunuh diri,” ungkap Yusinta.
Untuk kasus dengan indikasi depresi berat, pihak puskesmas segera memberikan rujukan.
“Kalau ada tanda depresi berat, kami sarankan untuk konsul dulu sebelum melanjutkan proses pernikahan. Tapi kadang keluarga tetap ingin proses berjalan, meski kami sudah edukasi,” jelasnya.
Yusinta menambahkan bahwa edukasi dalam pemeriksaan pranikah kini banyak menekankan kesiapan hidup setelah menikah, terutama bagi perempuan yang akan memasuki masa kehamilan.
“Banyak ibu hamil datangnya sudah terlambat periksa. Ada yang periksa saat usia kehamilan besar atau hanya ke dokter, padahal pemeriksaan bidan berbeda dan lebih detail,” katanya.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan sejak awal untuk menghindari keterlambatan penanganan.
“Supaya tidak ada yang kelewatan. Biasanya kalau sudah ada masalah, baru panik mencari layanan,” pungkas Yusinta.
Berbagai temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan pranikah sebagai langkah awal memastikan pasangan memasuki pernikahan dengan kondisi fisik dan psikologis yang siap.(*/ADV/puskesmas Gunung Bahagia)















