LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Kasus bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) maupun kelahiran prematur masih menjadi perhatian Puskesmas Gunung Bahagia. Hal ini disampaikan oleh Sherly Marliena, S.Tr.Keb., Bidan, selaku Koordinator Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
“Prematur itu sekarang banyak. BBLR juga masih ada. Tidak terlalu banyak, tapi tetap jadi perhatian,” ungkap Sherly, saat ditemui di ruangannya, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, sebagian kasus terjadi karena kurangnya kedisiplinan ibu hamil dalam mengonsumsi obat atau suplemen yang sudah diberikan.
“Ada pasien lupa naruh obatnya di mana. Padahal sudah diberikan dan seharusnya diminum. Ini kembali lagi pada kesadaran diri,” ujarnya.
Sebagai bentuk pencegahan, Puskesmas Gunung Bahagia melakukan pemantauan intensif terhadap ibu hamil, terutama yang memiliki risiko anemia, hipertensi, atau diabetes gestasional. Pemeriksaan darah dilakukan tiga kali selama masa kehamilan untuk memastikan kondisi ibu tetap aman.
“Kami periksa darah tiga kali selama kehamilan untuk mengevaluasi. Kalau anemia atau hipertensi terdeteksi, langsung ditangani, dipantau, dan diobati,” jelas Sherly.
Ia menambahkan, pemerintah kini menyediakan tablet tambah darah dengan formulasi baru yang lebih nyaman dikonsumsi.
“Sekarang ada obat dari pemerintah yang lebih baik, tidak bikin mual. Obatnya didesain supaya ibu mau minum,” katanya.
Sherly menegaskan bahwa edukasi kepada ibu hamil tetap menjadi fondasi utama keberhasilan pelayanan KIA. Informasi yang diberikan mencakup tanda bahaya kehamilan, pola makan, hingga perawatan diri.
“Kami tidak berhenti memberi informasi. Mulai dari tanda bahaya kehamilan, pola makan, hingga cara merawat diri selama hamil,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa target pelayanan KIA tetap sederhana namun sangat penting bagi keselamatan ibu dan bayi.
“Goal kami itu ibu melahirkan bayi sehat, berat badan sesuai, dan ibu juga sehat. Setelah itu lanjut ke pelayanan berikutnya,” ujar Sherly.(*/ADV/puskesmas Gunung Bahagia)















