LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Puskesmas Gunung Bahagia mencatat peningkatan signifikan jumlah pasien lansia yang datang setiap harinya. Dalam satu hari, kunjungan bisa mencapai 15–20 orang, dengan angka tersebut hampir tidak pernah turun.
Hal ini disampaikan oleh Wahyu Efiliana, Amd.Kep, selaku pemegang program Lansia dan ISPA.
“Sehari paling sedikit 15 orang. Biasanya tidak pernah kurang dari itu, dan jumlahnya cenderung meningkat sejak gedung baru digunakan,” ujarnya, kamis (27/11/2025).
Menurut Wahyu, mayoritas kunjungan lansia berkaitan dengan pengambilan obat PRB (Program Rujuk Balik) yang dilakukan rutin setiap bulan, serta pemeriksaan kesehatan berkala.
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan kolesterol dan asam urat disediakan gratis satu kali dalam setahun khusus untuk warga lansia.
“Kalau gula darah boleh setiap bulan gratis. Tapi kolesterol dan asam urat hanya setahun sekali untuk lansia,” jelasnya.
Adapun persyaratan untuk mendapatkan layanan gratis ini cukup sederhana: berusia 60 tahun ke atas.
Puskesmas Gunung Bahagia kini menerapkan sistem pelayanan yang memisahkan ruang tunggu lansia agar lebih nyaman dan efisien. Dengan tiga dokter yang bertugas, salah satunya secara khusus menangani pasien lansia.
“Lansia biasanya kami dahulukan. Kasihan kalau mereka harus menunggu lama,” kata Wahyu.
Selain itu, program posyandu lansia kini sudah terintegrasi dalam ILP (Integrasi Layanan Primer) sehingga kegiatan pemeriksaan dapat dilakukan lebih terkoordinasi di masing-masing RT.
Salah satu layanan penting adalah kunjungan rumah bagi lansia total care, yaitu mereka yang tidak mampu melakukan aktivitas atau mobilisasi.
“Kunjungan rumah dilakukan sebulan sekali, dan satu pasien bisa dua kali kunjungan. Kuotanya tidak dibatasi karena di Gunung Bahagia dan Sungai Nangka cukup banyak lansia yang kondisinya total care,” tutur Wahyu.
Pemeriksaan yang biasa dilakukan meliputi tensi, cek gula darah, kolesterol, dan asam urat. Jika diperlukan obat, keluarga pasien diarahkan untuk mengambilnya langsung di puskesmas sesuai faskes terdaftar.
Meski berbagai layanan terus berjalan, Wahyu mengakui bahwa tantangan utama program lansia adalah keterbatasan sumber daya manusia.
“SDM kami terbatas, sementara programnya banyak. Kadang jadwal saling berbenturan karena semua harus diurus bersamaan,” jelasnya.
Setiap hari Jumat, puskesmas juga mengadakan senam bersama yang dapat diikuti siapa saja, termasuk lansia. Sementara layanan EKG hanya dibuka pada hari Sabtu dan berlaku untuk seluruh warga, tidak terbatas pada lansia.
Wahyu menambahkan bahwa sejak pindah ke gedung baru yang lebih luas, kunjungan pasien meningkat signifikan.
“Mungkin karena gedungnya lebih nyaman dan luas, jadi pasien merasa lebih enak datang ke sini. Hampir tidak pernah sehari di bawah 10 orang,” katanya.(*/ADV/puskesmas Gunung Bahagia)















