LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan kembali memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui penyelenggaraan Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Mengusung tema “Sinergi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing”, PESAN 2026 akan digelar pada 27–28 Juni 2026 di Main Atrium Pentacity Mall Balikpapan.
Ajang tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.
KPwBI Balikpapan menyiapkan berbagai kegiatan yang melibatkan UMKM halal, pesantren, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum. Agenda utama meliputi showcase UMKM halal, talkshow ekonomi syariah, workshop penguatan usaha, serta kompetisi kreatif berbasis syariah.
Sejumlah tema strategis akan diangkat dalam talkshow, mulai dari wakaf produktif, halal entrepreneurship, kemandirian ekonomi pesantren, hingga peluang ekspor produk halal. Selain itu, peserta juga dapat mengikuti pelatihan branding dan kemasan produk halal.
Tak hanya itu, PESAN 2026 juga menghadirkan berbagai lomba kreatif seperti kompetisi konten ekonomi syariah, lomba khutbah ekonomi syariah, hingga kompetisi kuliner halal dan thayyib.
Bank Indonesia Balikpapan juga akan menampilkan berbagai capaian pengembangan ekonomi syariah di wilayah kerjanya, seperti penyerahan sertifikasi halal bagi UMKM, kerja sama pembiayaan syariah, serta penguatan program kemandirian ekonomi pesantren.
Salah satu inovasi yang dihadirkan tahun ini adalah lelang wakaf produktif sebagai upaya optimalisasi pemanfaatan dana sosial syariah secara berkelanjutan.
Sebelum pelaksanaan acara utama, BI Balikpapan telah menjalankan berbagai program Road to PESAN 2026, mulai dari pelatihan UMKM, pendampingan sertifikasi halal, fasilitasi pembiayaan syariah, hingga penguatan pengelolaan wakaf produktif.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menegaskan Bank Indonesia terus mengambil peran sebagai katalisator pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk melalui penguatan halal value chain dan akselerasi keuangan sosial syariah.
Melalui PESAN 2026, Bank Indonesia berharap sinergi antar pemangku kepentingan semakin kuat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif, berdaya saing, dan mendukung pembangunan IKN.(*/San)














