LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Di balik rampungnya pembangunan gedung baru DPRD Balikpapan, masih terdapat persoalan yang perlu segera dibenahi, salah satunya terkait keamanan kawasan gedung yang berdampingan langsung dengan permukiman warga.
Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri mengungkapkan, sejumlah fasilitas di gedung tersebut sempat hilang. Di antaranya pendingin ruangan (AC), kabel-kabel hingga pompa air.
Menurut Alwi, kondisi tersebut terjadi karena akses keluar-masuk menuju kawasan gedung masih relatif mudah bagi orang dari luar.
“Karena kantor ini langsung berdampingan dengan permukiman masyarakat. Sudah beberapa kejadian, ada kehilangan AC, kabel-kabel dan pompa. Akses orang luar untuk masuk masih terlalu mudah,” ungkap Alwi saat ditemui usai syukuran gedung baru DPRD Balikpapan, Minggu (9/8/2026) malam.
Ia mengatakan, pihaknya sebenarnya ingin segera membenahi persoalan tersebut, termasuk membangun pagar untuk memperketat pengamanan kawasan. Namun, rencana itu masih terbentur kondisi keuangan daerah.
Alwi menyebut kebutuhan anggaran untuk pembangunan pagar diperkirakan cukup besar. Namun, dalam kondisi efisiensi anggaran saat ini, mencari tambahan dana untuk pekerjaan tersebut bukan perkara mudah.
“Kalau kantor ini dibangun tahun ini, mungkin tidak akan terbangun. Sekarang untuk mencari anggaran Rp10 sampai Rp15 miliar saja sangat sulit. Jangankan Rp40 miliar, untuk membangun pagar saja kita belum punya anggarannya,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan gedung DPRD tersebut dilakukan sebelum kebijakan efisiensi anggaran diberlakukan secara ketat. Karena itu, proyek yang telah berjalan sejak 2023 tersebut masih dapat dilanjutkan hingga selesai.
Alwi mengakui persoalan keamanan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Namun, pihaknya masih menunggu ketersediaan anggaran, termasuk kemungkinan pengusulan melalui perubahan anggaran.
“Kita sebenarnya ingin di perubahan, tapi lagi-lagi belum ada uangnya. Kita tunggu sampai ada anggaran,” katanya.
Terkait kondisi anggaran perubahan, Alwi belum dapat memberikan penjelasan lebih jauh. Ia menyebut pembahasan anggaran masih berlangsung sehingga dirinya tidak ingin menyampaikan angka maupun rincian sebelum pembahasan selesai.
“Masih dalam proses pembahasan. Minggu ini dan minggu depan kita masih melakukan pembahasan. Jadi saya belum bisa menjelaskan terlalu detail anggarannya seperti apa,” jelasnya.
Ia memilih menunggu hasil pembahasan bersama pihak terkait sebelum memberikan informasi lebih lanjut kepada publik.
“Jangan sampai saya salah karena terlalu cepat menyampaikan. Ini masih dalam pembahasan. Saya masih menunggu informasi dari Sekda seperti apa,” pungkas Alwi.
Bagian ini cocok dijadikan subjudul tersendiri dalam berita utama agar isu keamanan dan efisiensi anggaran ikut menjadi sorotan, tanpa menghilangkan fokus utama tentang pemanfaatan gedung baru.(*/ADV/DPRD Balikpapan)













