LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan mendorong Pemerintah Kota Balikpapan untuk mempercepat langkah pengamanan drainase terbuka yang berada di kawasan permukiman. Upaya tersebut dinilai penting guna mencegah terulangnya insiden yang menimbulkan korban jiwa.
Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Daerah Pemilihan Balikpapan Timur, Sofyan Jufri, menilai sejumlah saluran drainase berukuran besar yang berada di dekat rumah warga perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satu langkah yang dinilai perlu dilakukan adalah pemasangan penutup pada titik-titik yang berisiko.
Menurutnya, drainase terbuka yang berada di lingkungan padat penduduk memiliki potensi bahaya tinggi, terutama bagi anak-anak yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.
“Kalau ada drainase yang besar dan berada di lingkungan permukiman atau tepat di depan rumah warga, sebaiknya dipikirkan untuk diberi penutup. Drainase yang menganga seperti itu sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul meninggalnya balita berusia dua tahun berinisial KAR yang hanyut terbawa arus parit di depan rumahnya di Jalan Mangga 5, RT 54, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur.
Sofyan menegaskan peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi terhadap aspek keselamatan infrastruktur drainase yang ada di lingkungan masyarakat. Ia meminta instansi teknis terkait melakukan identifikasi terhadap saluran air yang dinilai berisiko serta menyiapkan langkah mitigasi yang diperlukan.
“Kejadian ini harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai ada korban berikutnya. Ini sudah cukup menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih serius memikirkan langkah pencegahan,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar tragedi tersebut tidak dijadikan ajang saling menyalahkan. Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan adanya perbaikan sistem dan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kita tidak sedang mencari siapa yang salah. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk memperhatikan hal-hal yang berpotensi membahayakan masyarakat,” tegasnya.
Selain perbaikan infrastruktur, Sofyan juga menyoroti pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, terutama saat berada di dekat saluran air, drainase, maupun bangunan yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
Ia menambahkan, pemetaan titik rawan perlu segera dilakukan karena ancaman dari drainase terbuka tidak hanya membahayakan anak-anak, tetapi juga orang dewasa saat hujan deras maupun banjir.
“Drainase seperti itu bukan hanya berbahaya bagi anak-anak. Orang dewasa pun bisa menjadi korban, terutama saat kondisi banjir. Karena itu perlu dipikirkan langkah pengamanan, salah satunya dengan pemasangan penutup pada titik-titik yang berisiko,” pungkasnya.(*/ADV/DPRD Balikpapan)















