BALIKPAPAN, lintasraya.com – PT Pegadaian bersama klinik Medical Pegadaian sukses gelar khitanan massal gratis di Aula Kantor Wilayah PT Pegadaian Balikpapan, Minggu (21/8/2022).
Diketahui, program pegadaian kali ini bertemakan Mengetuk Pintu Langit yang telah berjalan sejak bulan Juni 2022. Sebanyak 99 peserta khitan mengikuti acara yang dibagi menjadi 3 sesi, mulai pukul 07.00 Wita.
Kepala kantor wilayah Pegadaian Regional IV Kalimantan, Hermawan Aries Andi menjelaskan, Melalui acara ini kami ingin membuktikan Pegadaian konsisten menjalankan komitmennya untuk peduli terhadap kesehatan masyarakat, yang disalurkan melalui program-program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pegadaian di 2022.
Kali ini dengan tema “mengetuk pintu langit”. Wujud kegiatannya yaitu khitanan massal di 12 kantor wilayah pegadaian. Dijadwalkan dalam sebulan kegiatan ini secara simultan akan selesai di 12 kantor wilayah.
“Satu kantor wilayah ditargetkan 99 anak. Kenapa 99 mengingat ini berada di bulan Muharam juga sesuai Asma’ul husnah,” jelasnya.

dr Syaiful Arifin M.Biomed Tim Medical Pegadaian, menjelaskan, proses khitan kali ini menggunakan metode terbaru berbeda dengan yang sebelumnya. Kali ini pihaknya menggunakan metode combo sealer. Dengan proses pengerjaan tanpa Menggunakan jarum jadi lebih singkat, efektif, penyembuhan lebih cepat, dan hasil yang lebih baik.
Pihaknya
“Metode ini baru dua bulan dilakukan di Indonesia. Baru beberapa daerah yang melakukan. Di Kalimantan baru hari ini dilakukan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Dengan Metode terbaru ini, pun banyak manfaatnya, seperti, dikerjakan hanya dengan satu jahitan. Sisanya menggunakan surgical glue/lem khusus untuk operasi. Aman tidak berbahaya sudah teruji di BPOM. Jadi penyembuhan lebih cepat. Paling 1-2 hari sudah sembuh.
Kepala Bagian Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Pegadaian Kanwil IV Balikpapan Rudianto, mengungkapkan, kriteria yang diutamakan dalam program mengetuk pintu langit ini yaitu, para anak kaum duafa dan anak nasabah Pegadaian. Mengingat antusias peserta khitan sangat tinggi. Rencananya kegiatan seperti ini akan berlanjut di kantor wilayah lainnya.
Para peserta yang telah dikhitan diberikan souvenir berisi tas, uang saku, peci, buku sekolah dan sarung.
“Ini kegiatan pertama sepanjang adanya pandemi Covid-19. Sebelumnya sih sudah pernah berlangsung sebelum pandemi,” tambahnya.
Salah satu peserta khitan Massal M Abi Pangestu yang didampingi kedua orangtuanya mengaku, Mengetahui informasi dari pihak SDN 003 tempat anaknya sekolah. Dirinya mengaku tidak ada kendala dalam prosesnya.
“Tidak ada kendala, cuma sedikit sakit waktu di bius, kata anak saya,” jelas Jumadi dan Ilis Triana usai mendampingi putranya.
Warga RT 15 Balikpapan barat ini mengaku, adanya program pegadaian ini, bagi masyarakat menengah kebawah sangat terbantu. Sebab, jika melakukan khitan mandiri harus mengeluarkan biaya lumayan besar.
“Alhamdulilah, kami bisa terbantu. Kalau khitan mandiri itu sekitar Rp 3 jutaan,” ungkapnya.
Peserta lainnya, Jeisen AR yang juga didampingi orangtuanya mengaku sangat terbantu dengan program pegadaian ini. Bahkan kedua orangtua Jeisen yang beragam non muslim pun menjelaskan, di agamanya pun tidak melarang untuk melakukan khitan dengan dalih kesehatan. Apalagi, kata Rudianto, proses khitan kali ini menggunakan metode terbaru. Tanpa jahitan, perban dan tanpa suntik.
“Memang ada yang membolehkan dan ada juga yang tidak. Khusus agama kami itu dibolehkan bahkan wajib demi kesehatan. Selain itu juga kemauan dari si anak sendiri sebab sudah waktunya juga Jeisen di khitan,” ungkap Rudianto dan Merry yang juga nasabah setia Pegadaian puluhan tahun ini.(*/wan)















