PENAJAM, lintasraya.com – Anggota Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Sariman mendorong pemerintah daerah memberi pelatihan enterpreneur atau kewirausahaan masyarakat Benuo Taka (sebutan PPU).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, seluruh belahan dunia akan mengalami krisis ekonomi. Maka terkait dengan ketenagakerjaan, pola terbaik adalah, pemerintah dari awal harus mempersiapkan enterpreneur kewirausahaan.
“Yakni mendidik, melatih masyarakatnya untuk lebih mencintai enterpreneurship dari pada menjadi karyawan,” ujar Sariman, Selasa (20/6/2023).

Menurutnya enterpreneurship yang paling baik yakni pengembangan di bidang pangan, peternakan, pertanian. Karena bagaimanapun krisis yang akan terjadi, pada dasarnya disebabkan kekurangan pangan.
“Ketika ada goncangan terjadi krisis dunia, tapi kalau stok bahan pangan kita itu cukup, itu tidak akan terlalu berpengaruh di kita,” katanya.
Ia menyarankan kepada pemerintah daerah mulai melatih masyarakat untuk terjun di bidang enterpreneur, di semua lini.
“Dalam bentuk pelatihan. Setelah dinyatakan mahir juga harus ada bantuan permodalan. Jadi komplit mulai dari pelatihannya kemudian sudah dianggap mampu nanti ada pendanaanya, kemudian selanjutnya marketingnya. Ini juga cukup menjadi penting,” urainya.
Sariman mengatakan, wirausaha di bidang pangan merupakan langkh tepat. Sebab marketnya akan terbuka dengan luas bila krisis ekonomi mulai dirasakan masyarakat.

“Termasuk dengan UMKM. Karena jika terjadi gelombang PHK di suatu perusahaan, misalnya suaminya kerja dan istrtinya enggak. Maka istrinya yang harus memulai menata bagaimana mengantisipasi,” ungkapnya.
Menurutnya peran istri ialah mempersiapkan, agar bagaimana dasar kebutuhan pangan untuk keluarga itu aman. Salahsatunya dengan cara berwirausaha.
Ia menekankan bahwa pola itu harus dimulai dari sekarang. Pemerintah juga diminta untuk memahami situasi politik ke depan yang tidak menentu, apa lagi bila terjadi resesi.
“Nah masyarakat harus paham sampai di situ. Sehingga dia punya antisipasi pribadi dulu, kemudian pemerintah mendorong hal itu,” pungkasnya.(*/ADV/wan)















