LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) terus berupaya mengembangkan potensi generasi muda melalui berbagai program edukasi, pelatihan, dan pendampingan usaha.
Kepala Disparpora Balikpapan, Ratih Kusuma, menekankan bahwa pembangunan kepemudaan berfokus pada tiga aspek utama, yakni penyadaran, pelayanan, dan pengembangan pemuda. Untuk itu, pihaknya menggelar berbagai pelatihan guna membentuk karakter dan keterampilan generasi muda.
“Kami mengadakan pelatihan bela negara dan scuba diving agar pemuda memiliki mental tangguh serta keterampilan yang bermanfaat,” ujar Ratih Kusuma pada Sabtu (22/2/2025).
Selain itu, pengembangan kewirausahaan menjadi perhatian utama Pemkot Balikpapan. Pemerintah menyediakan ruang kreatif bagi pemuda berusia 16 hingga 30 tahun melalui berbagai kompetisi dan program inovatif.
“Lomba-lomba yang kami selenggarakan terbuka untuk semua usia, sehingga lebih banyak masyarakat bisa berpartisipasi dan mengembangkan potensi mereka dalam ekonomi kreatif,” tambahnya.
Berdasarkan data Disparpora, jumlah pemuda di Balikpapan mencapai sekitar 185 ribu jiwa, atau seperempat dari total populasi. “Ini menunjukkan bahwa peran pemuda sangat besar dalam pembangunan daerah,” jelas Ratih.
Pemkot Balikpapan juga memberikan perhatian pada aspek pendidikan, kesehatan, kepemimpinan, dan ketenagakerjaan bagi generasi muda. Menurut Ratih, banyak pemuda yang telah menempuh pendidikan hingga jenjang S2 dan S3, serta terus didorong untuk menjaga kesehatan dan menjauhi penyalahgunaan narkoba.
Dalam aspek kepemimpinan, organisasi kepemudaan aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang membantu membentuk karakter serta jiwa kepemimpinan. Sementara itu, dalam dunia kerja, pemerintah terus membuka peluang bagi pemuda, baik melalui jalur karier maupun wirausaha.
Staf Ahli Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Balikpapan, Admin Siregar, menegaskan bahwa pemuda kreatif dan inovatif merupakan aset berharga bagi pembangunan daerah.
“Generasi muda perlu mengembangkan jiwa kewirausahaan agar mampu mandiri secara ekonomi dan menciptakan peluang usaha baru,” katanya.
Menurut Admin, ada dua pilar utama dalam membangun kewirausahaan, yaitu kreativitas dan kemandirian. “Kreativitas dibutuhkan untuk menghasilkan ide-ide baru yang inovatif, sedangkan kemandirian adalah kunci dalam menjalankan usaha dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.(*/ADV/Diskominfo Balikpapan/fred)















