LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Tingginya volume sampah rumah tangga membuat sejumlah kontainer sampah di Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, kerap cepat penuh. Untuk mengantisipasi penumpukan yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga, pihak kelurahan mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui kerja sama dengan bank sampah.
Kontainer yang tersebar di sejumlah titik selama ini menjadi fasilitas penting bagi masyarakat untuk membuang sampah rumah tangga. Namun, tingginya aktivitas warga membuat kapasitas kontainer kerap cepat terisi sehingga pengangkutan dan pengelolaan sampah perlu dilakukan secara teratur.
Lurah Baru Ilir, Junaidi, mengatakan sampah dari kontainer akan diambil dan dialihkan ke bank sampah ketika kapasitasnya sudah penuh. Selain membantu mengurangi penumpukan, langkah tersebut diharapkan membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang masih memiliki nilai jual.
“Kalau sudah penuh, sampahnya diambil dan dialihkan ke bank sampah. Jadi, bisa menjadi tabungan bagi masyarakat juga,” ujar Junaidi saat diwawancarai, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, keberadaan kontainer tetap dibutuhkan untuk memudahkan warga membuang sampah pada tempatnya. Namun, penyediaan fasilitas saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan sampah apabila tidak disertai pengelolaan yang baik dan keterlibatan masyarakat.
Salah satu upaya yang terus didorong adalah membiasakan warga memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik dan anorganik perlu dipisahkan agar dapat ditangani sesuai jenisnya, termasuk memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.
Junaidi mengakui, kebiasaan memilah sampah belum sepenuhnya diterapkan masyarakat. Masih ada warga yang mencampur berbagai jenis sampah sebelum membuangnya ke kontainer.
Karena itu, edukasi melalui sosialisasi dan imbauan langsung perlu terus dilakukan. Warga juga diharapkan semakin memahami bahwa sampah tidak seluruhnya harus berakhir di tempat pembuangan, sebab sebagian masih dapat diolah atau dimanfaatkan kembali.
Keberadaan bank sampah menjadi salah satu alternatif untuk mendorong perubahan kebiasaan tersebut. Sampah yang memiliki nilai jual dapat dikumpulkan dan dikelola sehingga berpotensi memberikan tambahan manfaat bagi keluarga sekaligus membantu mengurangi volume sampah yang dibuang.
Di sisi lain, pengaturan pengangkutan dan optimalisasi fasilitas di setiap titik kontainer tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pengelolaan yang teratur diperlukan agar kontainer yang penuh tidak dibiarkan terlalu lama hingga memicu penumpukan sampah.
Ia berharap, keterlibatan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dapat terus meningkat. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan petugas maupun fasilitas yang tersedia, tetapi membutuhkan kesadaran bersama.(*/ron)














