TENGGARONG, lintasraya.com – Desa Lung Anai, yang dulunya terpencil dan jauh dari pusat kabupaten, kini menjadi sorotan karena kesuksesannya dalam mengembangkan produk coklat bersertifikat halal. Rumah Cokelat Lung Anai, yang merupakan bagian dari program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat oleh PT Multi Harapan Utama (MHU), telah berhasil memperluas pangsa pasarnya.
Kepala Desa Lung Anai, Lucay Nay, menyatakan bahwa dukungan pemerintah daerah dalam memajukan desa tersebut, dari bimbingan SDM hingga pembangunan infrastruktur, telah sangat dirasakan oleh masyarakat setempat. Hal ini telah mengubah citra Desa Lung Anai menjadi kompetitif di antara desa-desa lainnya.
“Desa ini dulunya sangat terpencil dan jauh dari ibu kota kabupaten, namun sekarang Desa Lung Anai tidak kalah bersaing dengan desa-desa lainnya,” ujar Lucay Nay.
Salah satu langkah penting yang diambil oleh Rumah Cokelat Lung Anai adalah memperoleh sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Republik Indonesia pada 28 Maret 2024. Proses audit dan evaluasi oleh BPJPH memastikan bahwa semua produk cokelat Lung Anai memenuhi standar kehalalan yang telah ditetapkan.
“Proses audit dan evaluasi oleh BPJPH memastikan bahwa semua bahan baku, proses produksi, dan produk akhir dari Rumah Cokelat Lung Anai memenuhi standar halal yang telah ditetapkan,” jelas General Manager Mining Support MHU, Wijayono Sarosa.
Dengan mendapatkan sertifikasi halal ini, diharapkan produk-produk dari Rumah Cokelat Lung Anai akan lebih dipercaya oleh konsumen dan meningkatkan daya saingnya di pasaran.
“Sertifikasi ini adalah bukti komitmen kami terhadap kualitas, keamanan, dan kehalalan produk cokelat kami bagi konsumen,” tambah Wijayono Sarosa.
Rencananya, penyerahan sertifikat halal akan dilakukan pada awal bulan April 2024 di Lung Anai, Kutai Kartanegara, dan akan disaksikan langsung oleh BPJPH. Acara ini akan dihadiri oleh tim pendamping halal dan tim produksi Rumah Cokelat Lung Anai.
Pengembangan Rumah Cokelat Lung Anai merupakan hasil dari kerja sama antara MHU dengan beberapa pihak, termasuk Yayasan Peduli Desa Nusantara Madani, Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Hal ini merupakan contoh nyata kolaborasi yang berhasil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui pengembangan produk lokal yang berkualitas dan terjamin kehalalannya.(*/ADV/Diskominfo Kukar)















