LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Iim, menyoroti rendahnya tingkat kunjungan masyarakat ke posyandu di tengah potensi peningkatan kasus campak pasca Idulfitri. Ia menilai, penguatan peran posyandu menjadi kunci dalam upaya pencegahan penyakit menular tersebut.
“Padahal posyandu itu gratis. Ini yang menjadi perhatian, kenapa masyarakat masih kurang memanfaatkan layanan tersebut,” ujar Iim, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, tingkat kunjungan ke posyandu di Balikpapan bahkan belum mencapai 60 persen. Kondisi ini dinilai perlu segera dibenahi, mengingat posyandu memiliki peran penting dalam pemantauan kesehatan dan imunisasi masyarakat, khususnya bagi anak-anak.
Di sisi lain, Iim mengingatkan bahwa penyakit campak merupakan infeksi virus yang mudah menular melalui udara. Risiko penularan dinilai meningkat seiring tingginya aktivitas silaturahmi masyarakat saat momentum Idulfitri.
“Campak itu virus, penyebarannya biasanya lewat udara. Saat Idulfitri orang saling bertemu, salaman, itu harus lebih hati-hati,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kelompok yang belum mendapatkan imunisasi, baik anak-anak maupun orang dewasa, menjadi kelompok yang paling rentan terpapar. Untuk itu, masyarakat diimbau kembali menerapkan langkah pencegahan, termasuk penggunaan masker bila diperlukan.
“Kalaupun harus pakai masker lagi, tidak apa-apa sebagai pencegahan, karena penyebarannya cukup cepat,” katanya.
Iim juga mendorong adanya inovasi dalam meningkatkan minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan layanan posyandu. Ia mengusulkan pendekatan kreatif melalui media sosial agar lebih menarik dan mudah diterima.
“Mungkin bisa dibuat kampanye yang menarik, misalnya lewat media sosial seperti TikTok, agar generasi muda tertarik datang ke posyandu,” ucapnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit. Menurutnya, peran tenaga kesehatan perlu didukung oleh kesadaran dan partisipasi aktif warga.
“Puskesmas memang menjadi tumpuan, tapi partisipasi masyarakat juga penting. Kita harus saling mengingatkan,” tegasnya.
Iim juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan bayi, termasuk menghindari kebiasaan mencium bayi guna mencegah penularan penyakit.
“Sekarang juga sudah banyak imbauan, misalnya bayi jangan dicium untuk mencegah penularan. Ini perlu dipahami bersama,” pungkasnya.(*/ADV/DPRD BALIKPAPAN)















