LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Puskesmas Sepinggan melaporkan peningkatan signifikan pada kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sejak ditemukannya penyebaran virus Influenza A yang mulai merebak sejak Oktober 2025.
Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Puskesmas Sepinggan, dr. Linda Ramayeti, saat diwawancarai pada kegiatan Mini Loka Karya Lintas Sektor di Aula Kelurahan Sepinggan Raya, Selasa (25/11/2025).
“Dulu kunjungan ISPA tidak sampai 200 pasien per hari, sekarang sudah lebih dari itu. Ini meningkat sejak adanya virus baru dari Kemenkes,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa gejala Influenza A cenderung lebih berat dibandingkan flu biasa, meliputi batuk, pilek, demam, nyeri tenggorokan hingga pegal otot. Virus ini juga diketahui sangat mudah menular, terutama di lingkungan sekolah.
“Satu anak bisa menularkan sampai 5–6 temannya. Kami sudah mengimbau guru untuk mengaktifkan pemakaian masker dan melarang anak-anak berbagi tumbler,” tambahnya.
Selain meningkatnya kasus ISPA, Puskesmas Sepinggan juga menemukan kasus Tuberkulosis (TB) yang menyebar dalam satu keluarga di RT 3 Kelurahan Sepinggan Raya. Hasil skrining menunjukkan 4–5 anggota keluarga terkonfirmasi positif TB dan seluruhnya telah memulai pengobatan.
“Ini yang kita waspadai. Dalam satu rumah, satu yang positif bisa menyebar ke banyak kontak erat. Lingkungan padat dan kurang higienis membuat risiko lebih besar,” papar Linda.
Puskesmas Sepinggan telah berkoordinasi dengan ketua RT setempat untuk memperkuat edukasi pencegahan, termasuk penggunaan masker dan peningkatan kebersihan lingkungan guna mengurangi penularan lewat droplet.
Dengan tren penyakit yang meningkat, Puskesmas berharap masyarakat semakin disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala.(*/ADV/puskesmas Sepinggan)















