LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Sudah terpasang jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), tetapi air yang dinanti tak kunjung mengalir lancar. Kondisi ini masih dikeluhkan warga Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, di tengah kebutuhan air bersih yang meningkat selama musim kemarau.
Lurah Baru Ilir, Junaidi mengatakan persoalan pasokan air menjadi salah satu keluhan yang paling sering disampaikan masyarakat. Sebagian warga bahkan harus menunggu hingga pagi untuk mendapatkan air, tetapi jumlahnya hanya cukup mengisi beberapa ember.
“Banyak yang sudah terpasang jaringan PDAM, tetapi airnya tidak mengalir. Itu yang sering dikeluhkan masyarakat,” ujarnya, Senin (19/10/2026).
Kondisi tersebut membuat warga harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak hingga mandi dan mencuci. Bagi rumah tangga yang aliran airnya tidak lancar, ketersediaan air menjadi persoalan yang harus dihadapi setiap hari.
Untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air, pemerintah membuka ruang bagi RT untuk mengajukan permintaan bantuan pasokan melalui mobil tangki. Usulan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Junaidi menyebut sejumlah RT di Balikpapan Barat telah menerima bantuan distribusi air menggunakan mobil tangki. Salah satunya RT 54 yang disebut rutin memperoleh kiriman setiap pekan. Bantuan serupa juga menjangkau sejumlah titik lain, termasuk kawasan Jalan Patriot.
Di tengah musim kemarau, distribusi air tangki menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan air secara memadai.
Sebelumnya, Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan 17 mobil tangki untuk mendukung penyaluran air bersih. Dukungan dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Kodam diperkirakan menambah sekitar empat armada.
Dengan tambahan tersebut, sekitar 20 mobil tangki disiapkan untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan pasokan air. Identifikasi kawasan prioritas mulai dilakukan pada Jumat (9/10/2026) bersama pihak terkait agar distribusi dapat diarahkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Meski membantu memenuhi kebutuhan mendesak, pengiriman air menggunakan mobil tangki masih menjadi solusi sementara. Kelancaran pelayanan bagi pelanggan yang sudah terpasang jaringan tetap menjadi persoalan yang perlu ditangani.
Selain mengandalkan distribusi air tangki, pemerintah juga menyiapkan alternatif sumber air melalui rencana pembangunan sumur dalam.
Junaidi menjelaskan, sebelumnya pihak kecamatan diminta mengusulkan satu kelurahan sebagai lokasi pembangunan sumur tersebut. Untuk wilayah Balikpapan Barat, Kelurahan Margasari dipilih sebagai lokasi yang diusulkan.
Program ini menjadi tahap awal untuk melihat efektivitas pemanfaatan sumur dalam dalam membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat. Apabila hasilnya dinilai baik, pembangunan serupa berpeluang dikembangkan ke wilayah lain.
“Dari arahan pemerintah kota, satu kecamatan satu lokasi dulu. Nanti dilihat perkembangannya. Kalau hasilnya baik, baru bisa dikembangkan lagi,” jelasnya.
Rencana tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketersediaan sumber air alternatif, terutama ketika pasokan air menghadapi kendala selama musim kemarau.
Namun, bagi warga Baru Ilir yang telah memiliki sambungan PDAM tetapi belum menikmati aliran air secara lancar, persoalan utama masih menunggu penyelesaian.
Distribusi air tangki dan rencana pembangunan sumur dalam diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi keterbatasan pasokan. Di saat yang sama, perbaikan kelancaran distribusi melalui jaringan yang sudah tersedia tetap dibutuhkan agar warga dapat memperoleh air bersih secara lebih pasti dan berkelanjutan.(*/ron)















