LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Puskesmas Sepinggan melaporkan peningkatan signifikan kasus HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) sepanjang tahun 2025. Hingga November, jumlah kasus HIV terkonfirmasi telah mencapai “dua belasan”, naik dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 10 kasus.
Pemegang Program HIV dan IMS Puskesmas Sepinggan, Chintia Dewi Mareta, mengatakan bahwa kenaikan ini tidak hanya disebabkan oleh bertambahnya jumlah penderita, tetapi juga karena kegiatan skrining yang kini dilakukan lebih intensif di berbagai layanan puskesmas.
“Kasus HIV cenderung meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun lalu sekitar 10 kasus, tapi sampai bulan November tahun ini sudah dua belasan. Selain peningkatan kasus, skrining kita juga semakin aktif sehingga penemuan kasus lebih banyak,” jelasnya, Sabtu (22/11/2025).
Selain HIV, kasus IMS juga menunjukkan peningkatan tajam, terutama sifilis pada ibu hamil. Chintia menuturkan bahwa tahun ini terjadi lonjakan signifikan pada kelompok tersebut.
“Kasus IMS meningkat drastis, terutama sifilis pada ibu hamil. Kalau sebelumnya tidak sampai lima kasus dalam setahun, sekarang sudah lebih dari 15 kasus hingga November. Bahkan dalam sebulan kita bisa menemukan 3–4 kasus baru,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar ibu hamil yang terdeteksi tidak merasakan keluhan apa pun. Karena itu, skrining menjadi langkah penting untuk memastikan kasus dapat ditemukan lebih dini dan segera diobati.
Puskesmas Sepinggan juga mencatat adanya kasus IMS pada kelompok remaja. Meski jumlahnya relatif kecil, kasus tersebut tetap menjadi perhatian.
“Remaja ada, tapi tidak banyak. Setahun pasti ada 2–3 remaja yang datang dengan keluhan IMS. Biasanya mereka datang ketika keluhan sudah muncul,” jelas Chintia.
Puskesmas Sepinggan menegaskan akan terus memperluas jangkauan skrining, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil dan remaja, serta meningkatkan edukasi mengenai pencegahan penularan HIV dan IMS di masyarakat.(*/ADV/puskesmas Sepinggan)















