LINTASRAYA.COM, SAMARINDA – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kalimantan Timur (Kaltim), Rusdiansyah Aras akui harus evaluasi Sumber Daya Manusia (SDM) internalnya.
“Khususnya di bidang prestasi olahraga (Binpres) dan penelitian dan pengembangan (Litbang). itu juga memang sport science,” kata Rusdi, belum lama ini.
Dikatakan Rusdi, selama ini sport science yang dimiliki Kaltim lebih banyak diisi oleh dokter-dokter. Tetapi memang tidak mumpuni dalam bidang keolahragaan.
“Dan ini juga menjadi catatan kita kedepan, dan menjadi perhatian urgent buat saya. Sehingga nanti sport science itu memberikan kontribusi yang besar,” jelasnya.
Karena, IPTEK memang sangat diperlukan saat ini, dalam pembinaan olahraga prestasi. Sehingga, dia meminta jangan sampai bidang olahraga terlupakan.
“Kaltim ini, kita baru menerapkan sekitar 30 persen, belum maksimal. Kita kan tidak punya lab olahraga. Karena memang fakultas olahraga kita yang ada di FKIP itu tidak maksimal,” tuturnya.
Dia memaparkan, untuk di Yogaykarta sendiri ada Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), kalau di DKI Jakarta ada Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Sumatera Utara (USU).
“Jadi daerah-daerah itu memang potensi yang punya lab olahraga, dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung. Makanya tidak salah jika Jawa Barat (Jabar) itu sudah hattrick, 3 kali juara umum,” tegasnya.
Setelah Jabar 2016, Papua 2021, dan Aceh Sumut 2024. Rusdi menegaskan, Kaltim harus mengadopsi apa yang sudah dilakukan KONI di provinsi lain.(*/ADV/dispora kaltim/anr)















