LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang setara dan inklusif melalui pembagian 92 ribu setel seragam gratis kepada siswa dari tingkat PAUD hingga SMP, termasuk peserta pendidikan kesetaraan di SKB.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud di SMPN 27 Balikpapan, Rabu (16/7), dan disiarkan secara virtual ke 28 SMP lainnya.
Program ini meliputi tiga jenis seragam, yakni seragam nasional, Pramuka, dan batik, disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing. Bantuan diberikan tanpa membedakan status sekolah negeri atau swasta, sebagai bentuk kebijakan non-diskriminatif dalam sektor pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Irfan Taufik, menuturkan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam mendorong akses pendidikan yang merata.
“Semua siswa di Balikpapan diperlakukan sama. Tidak hanya seragam, tapi juga subsidi SPP kami berikan ke sekolah-sekolah swasta yang bermitra,” kata Irfan.
Wali Kota Rahmad Mas’ud menekankan bahwa kebijakan ini selaras dengan amanat konstitusi mengenai hak atas pendidikan. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab langsung untuk mewujudkan generasi masa depan yang tangguh.
“Kalau bisa gratis, kenapa tidak? Pemerintah harus hadir untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal hanya karena persoalan biaya,” tegas Rahmad.
Selain bantuan seragam dan subsidi SPP, Pemkot juga memberikan hibah untuk pengembangan sarana pendidikan, terutama di sekolah-sekolah swasta. Pembangunan infrastruktur baru juga terus berjalan, termasuk penyelesaian pembangunan SMPN 27 dan SMPN 28.
Rahmad menyebut bahwa pembangunan sektor pendidikan merupakan bagian dari persiapan jangka panjang Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Negara (IKN).
“Kami tidak ingin hanya jadi penonton dalam proses pembangunan nasional. Persiapan SDM dan infrastruktur harus jalan seiring,” pungkasnya.(*/ADV/diskominfo Balikpapan/ko)















