LINTASRAYA.COM, PENAJAM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah mempersiapkan menghadapi tantangan besar menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada November 2024.
Pada pelantikan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di Sansis, Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, Pj Bupati PPU, Makmur Marbun menekankan pentingnya kesiapan dan kewaspadaan dalam menghadapi isu-isu potensial.
Makmur Marbun menyoroti beberapa ancaman yang dapat memicu perpecahan selama Pilkada, seperti politik uang, politik identitas, dan serangan siber. Dia menekankan bahwa setiap anggota Bawaslu harus memahami dan siap menghadapi isu-isu terkait Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA)
“Sangat penting untuk memahami sepenuhnya berbagai ancaman ini,” kata Makmur.
Pj Bupati juga menekankan pentingnya perspektif yang luas dan tangkas dari setiap anggota Panwascam. Dengan pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kabupaten PPU, perubahan besar yang terjadi menambah kerawanan yang harus diantisipasi.
“Pengalaman mengawal Pemilu sebelumnya harus menjadi dasar untuk transfer pengetahuan,” Ujar Makmur, Senin (27/5/2024).
Adapun rincian penempatan anggota baru Panwascam adalah 2 orang di Kecamatan Babulu, 1 orang di Kecamatan Waru, dan 2 orang di Kecamatan Sepaku. Di Kecamatan Penajam, tidak ada anggota yang dievaluasi ulang karena kinerja dan portofolionya dinilai sudah baik. Terdapat 7 orang masih bertahan atau existing. Sedangkan hasil dari penjaringan sebelumnya, terdapat 5 orang. Sehingga total Panwascam di seluruh kecamatan menjadi 12 orang.
Terakhir perubahan demografis dan politik akibat pemindahan IKN, Bawaslu PPU diharapkan dapat mengidentifikasi dan mengatasi isu-isu potensial yang dapat memicu ketegangan. Kesiapan dalam menghadapi isu SARA, politik uang, dan serangan siber menjadi kunci untuk memastikan Pilkada berjalan lancar dan damai.
“Kita harus menjaga situasi tetap kondusif, dengan pengalaman yang ada pada pemilu sebelumnya” Pungkasnya.(*/ADV/DiskominfoPPU)















