Lintasraya.com, BALIKPAPAN – Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur berimbas pada meningkatnya jumlah personel di lingkungan Polda Kaltim.
Demikian disampaikan Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto dalam konfrensi pers akhir tahun di Mako Polda Kaltim, Jumat (30/12/2022).
“Polda Kaltim telah mendapatkan penambahan personel yang cukup siginifakan pada tahun 2022 ini, karena adanya program strategis nasional, yaitu dibangunnya IKN,” kata Imam.
Jenderal bintang dua itu menjelaskan, setiap tahun biasanya Polda Kaltim menerima sekitar 300 siswa pendidikkan yang masuk jajaran Polda Kaltim. Namun tahun 2022 ini melonjak menjadi tiga kali lipat.
“Untuk tahun 2022 ini kita mendapatkan peningkatan kurang lebih tiga kali lipat total 923 personel,” ujarnya
Dengan penambahan tersebut, maka pada tahun
tahun 2022 ini keseluruhan jumlah personel Polda Kaltim menjadi 9.987. Naik dari tahun 2021 yang hanya 9.064 personel.
“Dengan rincian pangkat Pati dua orang, pangkat Pamen dari 255 orang menjadi 245 orang, karena ini banyak yang keluar sekolah. Pangkat Pama dari 1.056 orang menjadi 1.072 orang, Bintara dan Tamtama yang cukup mengalami kenaikkan signifikan dari 7.503 menjadi 8.432 personel,” tuturnya.
Adapun untuk PNS di jajaran Polda Kaltim, tahun ini mengalami penurunan karena tak ada penambahan. Sementara yang sudah mengabdi lebih dari 30-an tahun memasuki pensiun.
“PNS di 2022 sebanyak 248, ini mengalami penurunan karena tak ada penambahan, PNS-PNS yang sudah lebih dari 30 tahun mengalami pensiun. Jadi terjadi penyusutan,” ucapnya.
Kemudian untuk rekrutmen anggota Polri tahun ini mengalami peningkatan jumlah sebanyak 647 personel. Hal ini meningkat dari tahun sebelumnya 2021 sebanyak 564 personel.
Rencananya rekrutmen Polri Polda Kaltim untuk tahun 2023 nanti targetnya sebanyak 529 personel. Di mana hal itu menyesuaikan dengan kebutuhan terkait pengamanan IKN Nusantara.
“Itu untuke memenuhi kebutuhan personel dalam menghadapi berbagai agenda nasional di wilayah Kaltim, terutama dalam mengawal dan memastikan keamanan pembangunan IKN,” pungkasnya. (jan)















