LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Ketua DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qadri mendorong Perumda Tirta Manuntung Sukses (PTMB) untuk mempercepat penggantian jaringan pipa distribusi air bersih di kawasan pesisir Balikpapan Barat.
Langkah tersebut dinilai menjadi solusi untuk menekan praktik pencurian air yang selama ini merugikan perusahaan maupun pelanggan.
Hal itu disampaikan Alwi saat menanggapi persoalan layanan air bersih di wilayah pesisir, yang menurutnya memiliki karakteristik berbeda dengan kawasan daratan.
“Balikpapan Barat, khususnya wilayah pesisir, memang berbeda dengan daerah lain. Kalau di daratan pipa banyak yang tertanam di dalam tanah, sedangkan di kawasan pesisir pipa banyak dipasang di bawah jembatan sehingga sangat mudah diakses,” ujar Alwi, saat Reses di Rumah Jabatannya, Rabu (1/7/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuka peluang bagi oknum tertentu untuk memodifikasi jaringan pipa sehingga air dapat langsung dialirkan ke rumah tanpa melalui meteran pelanggan.
“Akibatnya ada warga yang menikmati air bersih tanpa tercatat sebagai pelanggan resmi dan tidak membayar rekening setiap bulan. Ini menjadi PR yang sudah berlangsung cukup lama,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, DPRD telah mengusulkan kepada PTMB agar jaringan pipa lama diganti dengan pipa besi yang dipasang di bagian atas jembatan sehingga lebih aman dan mudah diawasi.
“Kami mengusulkan agar pipa plastik diganti dengan pipa besi yang dipasang di atas. Kalau ada yang mencoba merusak atau menyambung secara ilegal akan lebih mudah terlihat dan tentu lebih sulit dilakukan,” jelasnya.
Alwi mengapresiasi respons cepat PTMB yang mulai merealisasikan usulan tersebut.
“Alhamdulillah PTMB merespons dengan sangat baik. Informasinya proses penggantian sudah berjalan sekitar lima bulan dan ditargetkan selesai pada akhir bulan ini. Mudah-mudahan setelah itu kasus pencurian air bisa ditekan,” ungkapnya.
Selain pencurian sambungan air, Alwi juga menyoroti maraknya pencurian meteran air yang dikeluhkan pelanggan. Namun menurutnya, kasus tersebut sulit ditangani apabila tidak diketahui pelakunya.
“Kalau meteran dicuri oknum, tentu itu sulit. Kita juga tidak tahu siapa pelakunya. Yang terpenting sekarang bagaimana meningkatkan pengawasan dan sistem pengaman agar kejadian seperti itu tidak terus berulang,” katanya.
Ia berharap seluruh kawasan pesisir di Balikpapan Barat dapat menikmati layanan air bersih yang layak. Menurutnya, wilayah pesisir yang cukup luas masih membutuhkan pengembangan jaringan distribusi.
“Wilayah pesisir ini sangat panjang, mulai Kampung Baru Tengah, Kampung Baru Ujung hingga Margasari. Masih banyak kawasan yang perlu mendapatkan pelayanan air bersih secara maksimal,” ujarnya.
Alwi mengakui masih terdapat sejumlah titik yang menjadi perhatian karena tingkat kehilangan air relatif tinggi atau masuk kategori zona merah.
“Zona merah memang masih menjadi fokus penanganan. Di wilayah itulah upaya pengamanan jaringan harus diperkuat agar kebocoran dan pencurian air bisa ditekan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Alwi juga menanggapi keluhan warga di Kelurahan Margomulyo yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih. Ia meminta PTMB segera melakukan survei lapangan untuk menentukan langkah penanganan yang paling memungkinkan.
“Saya sudah meminta PTMB turun langsung ke lokasi untuk melihat kebutuhan warga. Apakah nanti solusi jangka pendeknya berupa pemasangan tandon, penambahan jaringan pipa, atau bentuk bantuan lainnya, biar dikaji secara teknis oleh PTMB,” ujarnya.
Menurut Alwi, pembangunan sumber air baru saat ini menghadapi kendala perizinan karena kewenangannya berada di pemerintah pusat.
“Sekarang PTMB tidak bisa sembarangan membuat sumur baru karena izinnya harus dari pemerintah pusat. Itu memang menjadi kendala. Tetapi untuk solusi sementara seperti bantuan tandon atau pengembangan jaringan distribusi masih bisa diupayakan,” jelasnya.
Ia berharap koordinasi antara DPRD, PTMB, dan Pemerintah Kota Balikpapan terus diperkuat agar pelayanan air bersih, khususnya di kawasan pesisir, semakin merata dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Yang terpenting masyarakat mendapatkan pelayanan air bersih yang layak. Kami di DPRD akan terus mengawal agar setiap persoalan yang disampaikan warga bisa segera ditindaklanjuti bersama PTMB dan pemerintah kota,” pungkas Alwi.(*/ADV/DPRD Balikpapan)















