Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
  • HOME
  • NASIONAL
  • PPU
  • ADVETORIAL
  • OLAHRAGA
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • BALIKPAPAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
  • DPRD BALIKPAPAN
No Result
View All Result
Lintas Raya
  • HOME
  • NASIONAL
  • PPU
  • ADVETORIAL
  • OLAHRAGA
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • BALIKPAPAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
  • DPRD BALIKPAPAN
No Result
View All Result
Lintas Raya
No Result
View All Result
Home KUKAR

PKK Kelurahan Melayu Olah Dapur Jadi Pusat Ketahanan Gizi Keluarga

admin by admin
21 Maret 2025
in KUKAR
45 1
0
PKK Kelurahan Melayu Olah Dapur Jadi Pusat Ketahanan Gizi Keluarga

Pemberian makanan tambahan atau intervensi gizi di Kelurahan Melayu.

Share on FacebookShare on Twitter

LINTASRAYA.COM, TENGGARONG – Saat banyak daerah fokus pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah, Kelurahan Melayu di Kecamatan Tenggarong mengambil langkah berbeda.

Dengan penuh kesadaran terhadap siklus kehidupan, perhatian justru diarahkan ke kelompok rentan yang kerap luput dari sorotan, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Bagi Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, intervensi gizi yang baik harus dimulai bahkan sebelum seorang anak lahir.

Perhatian terhadap ibu hamil dan menyusui dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan tangguh.

“Kami lebih ke ibu hamil dan menyusui. Mereka punya peran vital dalam tumbuh kembang anak. Jadi penting untuk memastikan mereka mendapat asupan gizi yang memadai sejak dini,” ungkap Aditiya, Jumat (21/3/2025).

Tidak seperti MBG yang memiliki skema dan anggaran khusus, program gizi di Kelurahan Melayu tidak mendapat alokasi dana tersendiri. Namun, keterbatasan itu tidak menyurutkan semangat.

Bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), kelurahan merancang strategi berbasis komunitas: dapur kolektif yang menyuplai makanan bergizi bagi kelompok sasaran.

Mekanismenya cukup sederhana tapi efektif. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) menjadi penyedia bahan dan kebutuhan operasional, sementara ibu-ibu PKK bertugas mengolah makanan. Standar gizi ditetapkan oleh Puskesmas, sehingga kualitas dan kandungan nutrisi tetap terjaga.

“Kalau anggaran khusus memang tidak ada, tapi bantuan disalurkan melalui PKK. DPMPD mengelola kegiatan itu, lalu PKK yang memasak makanan sesuai standar gizi dari Puskesmas,” jelas Aditiya.

Makanan yang sudah diolah dan dikemas dengan takaran yang sesuai kemudian disalurkan melalui Posyandu yang tersebar di lingkungan Kelurahan Melayu.

Di sinilah peran kader kesehatan dan PKK benar-benar terasa, mereka bukan hanya memasak, tapi juga menjadi penghubung langsung antara layanan gizi dan masyarakat.

Fokus utamanya adalah balita yang terindikasi kekurangan gizi, serta ibu hamil dan menyusui yang membutuhkan tambahan asupan.

Posyandu menjadi titik temu yang ideal—tempat yang selama ini sudah dipercaya oleh warga sebagai pusat informasi kesehatan keluarga.

Meski program ini berbeda dari skema MBG yang sedang digalakkan pemerintah, Kelurahan Melayu tidak menempatkannya sebagai tandingan.

Justru sebaliknya, Aditiya menyebutkan bahwa program berbasis komunitas ini dapat menjadi pelengkap dari program nasional, menjangkau kelompok sasaran yang belum tersentuh oleh MBG.

“Kalau MBG kan langsung ke sekolah-sekolah. Setahu saya ada badan khusus yang menangani itu. Sementara kami di kelurahan menunggu instruksi dari dinas terkait. Jika dilibatkan, tentu kami akan menjalankan sesuai arahan,” ujarnya.

Salah satu nilai penting dari pendekatan ini adalah semangat gotong royong dan partisipasi warga.

Ibu-ibu PKK tak hanya berkontribusi dalam bentuk tenaga, tetapi juga turut menciptakan budaya peduli pada gizi dan kesehatan keluarga. Bagi mereka, dapur bukan sekadar tempat memasak, tapi pusat solidaritas sosial.

Konsep dapur komunitas ini pun berpeluang menjadi model intervensi gizi yang bisa direplikasi di wilayah lain, terutama di daerah yang belum tersentuh oleh program MBG atau memiliki keterbatasan anggaran.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, keberadaan Posyandu yang terintegrasi, serta dukungan lintas instansi, Kelurahan Melayu perlahan mengukir jalan sendiri dalam upaya menciptakan generasi yang sehat dari rahim hingga bangku sekolah. (*/ADV/diskominfo Kukar/tha)

Tags: Diskominfo Kukar
admin

admin

Next Post
Ambo Nai Ramaikan Sahur On The Road

Ambo Nai Ramaikan Sahur On The Road

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect with us

  • 137 Followers
  • 24k Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Merasa Ditipu PT Mahkota Putra Group, Sebanyak 39 Pekerja Asal Nganjuk Terlantar di Balikpapan

Merasa Ditipu PT Mahkota Putra Group, Sebanyak 39 Pekerja Asal Nganjuk Terlantar di Balikpapan

29 Maret 2023
Klinik Fertilitas Indonesia Hadir di Balikpapan, Alternatif Program Kehamilan

Klinik Fertilitas Indonesia Hadir di Balikpapan, Alternatif Program Kehamilan

2 Maret 2022
Jamri Islamic Land Hadir di Balikpapan, Hunian Syariah Nyaman dengan Cicilan Suka-suka

Jamri Islamic Land Hadir di Balikpapan, Hunian Syariah Nyaman dengan Cicilan Suka-suka

3 Februari 2023
Megawati Dijadwalkan Hadiri Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-XVIII, Budiono : Jadikan Semangat Kader Songsong Pemilu 2024

Megawati Dijadwalkan Hadiri Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-XVIII, Budiono : Jadikan Semangat Kader Songsong Pemilu 2024

21 Februari 2023
Selangkah lagi UNIP Berdiri Di IKN Nusantara, Hasanuddin : YPIP Perlu Dana Rp 7,5 Miliar

Selangkah lagi UNIP Berdiri Di IKN Nusantara, Hasanuddin : YPIP Perlu Dana Rp 7,5 Miliar

3
Dukung Penyetaraan Honor Guru PAUD dan TK

Dukung Penyetaraan Honor Guru PAUD dan TK

1
Target PAD 2022 Diperkirakan Meningkat Rp 850 Miliar

Bahas Anggaran KUA-PPAS 2022, Masih Sama Dengan Tahun Kemarin, Rp 2 Triliun

1
DPRD Balikpapan

Masalah Pemasangan PJU Mendominasi Di Reses Amin Hidayat

1
Tiket Pesawat dan BBM Dorong Inflasi Balikpapan, PPU Justru Catat Deflasi

Tiket Pesawat dan BBM Dorong Inflasi Balikpapan, PPU Justru Catat Deflasi

4 Juni 2026
Syahariah: Hak Angket Silakan Jalan, Tapi Jangan Lupakan Urusan Rakyat

Syahariah: Hak Angket Silakan Jalan, Tapi Jangan Lupakan Urusan Rakyat

3 Juni 2026
Bapemperda Balikpapan Fokus Sinkronisasi Raperda dengan Regulasi Nasional

Bapemperda Balikpapan Fokus Sinkronisasi Raperda dengan Regulasi Nasional

2 Juni 2026
Yono Suherman: Pancasila Fondasi Harmoni Kota Balikpapan

Yono Suherman: Pancasila Fondasi Harmoni Kota Balikpapan

1 Juni 2026

Recommended

Tiket Pesawat dan BBM Dorong Inflasi Balikpapan, PPU Justru Catat Deflasi

Tiket Pesawat dan BBM Dorong Inflasi Balikpapan, PPU Justru Catat Deflasi

4 Juni 2026
507
Syahariah: Hak Angket Silakan Jalan, Tapi Jangan Lupakan Urusan Rakyat

Syahariah: Hak Angket Silakan Jalan, Tapi Jangan Lupakan Urusan Rakyat

3 Juni 2026
507
Bapemperda Balikpapan Fokus Sinkronisasi Raperda dengan Regulasi Nasional

Bapemperda Balikpapan Fokus Sinkronisasi Raperda dengan Regulasi Nasional

2 Juni 2026
504
Yono Suherman: Pancasila Fondasi Harmoni Kota Balikpapan

Yono Suherman: Pancasila Fondasi Harmoni Kota Balikpapan

1 Juni 2026
505
Lintas Raya




© 2021 Lintas Raya Powered by Hosting Rakyat

Navigasi Website

  • Home
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • PPU
  • ADVETORIAL
  • OLAHRAGA
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • BALIKPAPAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
  • DPRD BALIKPAPAN




© 2021 Lintas Raya Powered by Hosting Rakyat