LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Puskesmas Sepinggan terus meningkatkan kualitas layanan keluarga berencana (KB) dengan mendorong masyarakat, khususnya perempuan usia subur, untuk memilih kontrasepsi jangka panjang yang dinilai lebih efektif dan aman. Hal ini disampaikan oleh Yati Iryani, A.Md.Keb, selaku Penanggung Jawab Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Sepinggan.
Yati menjelaskan bahwa tren penggunaan kontrasepsi kini mulai bergeser dari metode jangka pendek seperti pil dan suntik bulanan menuju metode jangka panjang, seperti IUD dan implant.
“Metode jangka panjang memang dianjurkan terutama bagi ibu yang sudah tidak ingin hamil lagi. Suntik bulanan atau pil sekarang makin jarang dipilih,” ujarnya, saat diwawancarai diruangannya, Sabtu (22/11/2025).
Untuk memastikan keamanan dan kesesuaian metode kontrasepsi, setiap ibu yang datang ke Puskesmas Sepinggan akan mengikuti rangkaian pemeriksaan sebelum pemasangan, meliputi, Pemeriksaan kesehatan, Wawancara kebutuhan reproduksi, konseling pemilihan kontrasepsi.
Langkah ini bertujuan agar tenaga kesehatan dapat menentukan metode terbaik sesuai kondisi kesehatan, riwayat kehamilan, dan rencana reproduksi ibu.
Yati menambahkan bahwa Puskesmas Sepinggan tidak bekerja sendiri dalam memperkuat layanan KB. Puskesmas berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk DPM3KB dan BKKBN, untuk memperluas akses, melakukan penyuluhan, serta meningkatkan edukasi mengenai pentingnya perencanaan kehamilan yang aman.
“Kolaborasi ini penting agar informasi tentang KB bisa menjangkau lebih banyak warga, sehingga ibu dapat membuat keputusan yang tepat terkait kesehatan reproduksinya,” jelas Yati.
Melalui pendekatan edukatif, pemeriksaan komprehensif, serta dukungan lintas sektor, Puskesmas Sepinggan berharap layanan KB dapat semakin optimal dan pilihan kontrasepsi jangka panjang menjadi pilihan utama bagi keluarga yang ingin merencanakan masa depan dengan lebih matang.(*/ADV/puskesmas Sepinggan)















