LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Komitmen Pemerintah Kota Balikpapan dalam membina generasi muda melalui jalur olahraga kembali dibuktikan lewat gelaran Liga Futsal AAFI Regional Balikpapan 2, yang resmi dibuka pada Minggu, (4/5/2025) di Balikpapan Sport Center.
Ajang tahunan ini diikuti 41 klub usia dini dari berbagai wilayah di Kota Balikpapan dan sekitarnya. Kompetisi digelar dalam tiga kategori usia yaitu U10, U13, dan U16, yang akan berlangsung dari 27 April hingga 24 Agustus 2025.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Ratih Kusuma, hadir secara langsung untuk membuka turnamen. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa liga ini merupakan ruang strategis bagi pembinaan atlet muda lokal.
“Pemerintah Kota sangat mengapresiasi ajang ini. Liga AAFI bukan sekadar kompetisi, tapi wahana pembentukan karakter, kerja sama tim, dan sportivitas. Hal-hal inilah yang penting ditanamkan sejak usia dini,” ujar Ratih.
Menurutnya, kompetisi usia dini seperti ini tidak hanya menjadi wadah untuk menyalurkan bakat, tetapi juga sebagai sarana penanaman nilai-nilai positif kepada anak-anak.
Selain itu, Liga Futsal AAFI juga berfungsi sebagai proses seleksi pemain yang akan mewakili Balikpapan di Grand Champion AAFI tingkat nasional, sehingga atmosfer persaingan yang sehat dan kompetitif sangat dijaga sepanjang pelaksanaan.
Hari pembukaan kompetisi berlangsung meriah, dengan pertandingan dari masing-masing kategori usia yang menunjukkan semangat tinggi dan kemampuan teknik yang menjanjikan. Para pelatih, orang tua, hingga komunitas olahraga turut hadir memberikan dukungan.
Ketua Panitia, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa ajang ini juga bertujuan mempererat hubungan antarklub dan komunitas futsal lokal.
“Selain soal prestasi, ini juga tentang silaturahmi antar anak-anak, pelatih, dan keluarga besar futsal Balikpapan. Semangatnya adalah bersama-sama membangun masa depan olahraga daerah,” ucapnya.
Disporapar Balikpapan memastikan dukungan terhadap pembinaan olahraga akan terus ditingkatkan, tidak hanya lewat kompetisi tetapi juga melalui pelatihan dan pengembangan SDM pelatih serta wasit.
“Kami berharap dari kompetisi ini akan lahir atlet-atlet futsal unggul yang bisa membanggakan Balikpapan di level provinsi, nasional, bahkan internasional,” tutup Ratih Kusuma.(*/ADV/diskominfo Balikpapan/wan)















