LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Suzuki XL7 mulai menarik perhatian konsumen di Kalimantan Timur (Kaltim) setelah resmi diluncurkan. Sejumlah konsumen yang sebelumnya tidak memasukkan XL7 dalam daftar pilihan, akhirnya memutuskan membeli setelah mencoba langsung kendaraan tersebut.
Hal itu disampaikan Chief Operation Officer (COO) PT Samekarindo Indah, dealer Suzuki Kaltim-Kaltara, Dekriswan Zihono, saat acara handover ceremony The First Delivery Moment Suzuki XL7 di La Centro Club Swiss-Belhotel Balikpapan, Sabtu (5/9/2026).
Dekriswan mengatakan, pengalaman konsumen saat melakukan test drive menjadi salah satu faktor penting yang mendorong ketertarikan terhadap XL7. Menurutnya, kenyamanan dan pengendalian kendaraan lebih mudah dirasakan secara langsung dibandingkan hanya melihat spesifikasi.
“Kuncinya test drive. Khusus Suzuki, konsumen bisa mencoba dulu. Dari situ baru tahu bagaimana handling-nya, kenyamanannya, dan sebagainya,” ujar Dekriswan.
Ia menilai, pengalaman berkendara menjadi pembeda ketika konsumen membandingkan kendaraan di kelas yang sama. Bahkan, sejumlah pembeli mengaku XL7 awalnya tidak masuk dalam daftar pilihan mereka, namun berubah pikiran setelah mencoba.
“Banyak yang setelah mencoba akhirnya masuk daftar dan membeli. Karena memang konsumen merasakan sendiri kenyamanannya,” katanya.
Dekriswan mengungkapkan, penjualan Suzuki XL7 di wilayah Kaltim sejak peluncuran hingga akhir Agustus 2026 telah mencapai kurang lebih 25 unit.
Sementara itu, penjualan Suzuki secara keseluruhan di Kaltim berada pada kisaran 30–40 unit per bulan. Angka tersebut disebut masih cukup positif di tengah kondisi ekonomi yang dinilai cenderung berjalan datar.
“Kalau penjualan, sekitar 30–40 unit per bulan. Dengan kondisi ekonomi kita sekarang, sebenarnya masih datar. Tapi kami tetap optimistis,” jelasnya.
Untuk kegiatan handover kali ini, konsumen yang hadir mayoritas berasal dari Kota Balikpapan. PT Samekarindo Indah juga menyiapkan kegiatan serupa di wilayah Samarinda, Bontang, dan Sangatta agar konsumen tidak perlu datang terlalu jauh.
Menurut Dekriswan, karakter konsumen Kaltim memiliki kecenderungan memilih kendaraan dengan tipe tertinggi. Hal itu berlaku pada berbagai kelas kendaraan, termasuk Suzuki XL7.
Ia menyebut, konsumen pribadi umumnya lebih memilih tipe tertinggi karena mempertimbangkan kelengkapan fitur dan kenyamanan. Sementara itu, tipe yang lebih rendah biasanya banyak digunakan untuk kebutuhan perusahaan atau operasional.
“Kalau di Kaltim, tipe tertinggi itu paling banyak dipilih. Kalau angka 100, mungkin tipe terendah hanya sekitar 10 persen, sedangkan 90 persen memilih tipe tertinggi,” ungkapnya.
Dekriswan menambahkan, perbedaan karakter konsumen juga terlihat dari pilihan teknologi kendaraan. Sebagian konsumen masih menginginkan kendaraan yang sederhana dan tidak terlalu rumit dalam penggunaannya.
Namun, ia memastikan Suzuki tetap memberikan dukungan layanan dan garansi bagi konsumen yang membeli kendaraan dengan teknologi terbaru.
Dari sisi wilayah, Balikpapan dan Samarinda masih menjadi pasar penjualan Suzuki untuk segmen kendaraan penumpang (passenger).
Dekriswan menyebut, kedua kota tersebut memiliki pasar yang cukup kuat dibandingkan wilayah lainnya. Sementara itu, penjualan di daerah lain cenderung relatif berimbang.
“Untuk passenger, penjualan tertinggi jelas Balikpapan dan Samarinda. Kalau wilayah lain mungkin hampir mirip,” katanya.
Ia juga melihat perkembangan ekonomi di sejumlah daerah, termasuk Sangatta, cukup dipengaruhi oleh sektor perkebunan sawit yang terus berkembang. Meski demikian, secara umum kondisi ekonomi Kaltim saat ini dinilai masih belum banyak bergerak.
“Kalau melihat ekonomi kita, sekarang masih jalan di tempat. Tapi kami tetap optimistis, karena kebutuhan kendaraan tetap ada,” pungkasnya.(*/san)














