LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Puskesmas Sepinggan memperkenalkan sebuah inovasi baru untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas pengobatan pasien lansia.
Inovasi tersebut diberi nama CODE GREY, hasil pengembangan dari Apt. Zarah Esmeralda, S.Farm, tenaga kesehatan di Puskesmas Sepinggan.
Zarah menjelaskan, CODE GREY merupakan singkatan dari Clinical Observation and Digital Evaluation, sebuah konsep pemantauan terapi obat yang dipadukan dengan teknologi berbasis Google Sheet.
Sementara “GREY” sendiri merupakan akronim dari Google-based Record for Elderly, yaitu rekam medis digital sederhana khusus untuk lansia.
Melalui inovasi CODE GREY, setiap lansia memiliki satu lembar rekam medis dalam bentuk Google Sheet yang memuat data penting seperti: Nama dan tanggal lahir, Daftar obat rutin yang dikonsumsi, Obat lain yang dibeli secara mandiri, Hasil pemeriksaan laboratorium rutin, seperti tekanan darah dan gula darah.
“Setiap pasien lansia mendapat Google Sheet sendiri. File itu kemudian dikonversi menjadi barcode yang bisa dicetak dan ditempel di HP, di kartu BPJS, atau bahkan di KTP,” jelas Zarah, Minggu (23/11/2025)
Ia menambahkan, Barcode tersebut dapat dipindai oleh tenaga kesehatan maupun apoteker ketika pasien berobat di fasilitas kesehatan lain. Dengan begitu, riwayat obat pasien dapat langsung terlihat, termasuk potensi interaksi obat yang membahayakan.
Menurut Zarah, lansia sering mengalami kebingungan terkait obat yang mereka konsumsi. Bentuk kemasan berbeda sering dianggap sebagai obat yang berbeda pula, padahal sebenarnya sama.
“Kalau nakes tahu pasien sedang minum obat A, B, C, maka kita bisa mencegah interaksi obat dan menentukan pantangan obat dengan lebih tepat. Pengobatan lansia jadi lebih optimal,” ujarnya.
Lanjutnya, bahwa inovasi ini juga bermanfaat untuk memudahkan koordinasi antar-tenaga kesehatan, terutama saat pasien berobat di luar Puskesmas Sepinggan.
Zarah mengakui bahwa saat ini ia baru mampu membuat CODE GREY untuk pasien-pasien prolanis di puskesmas karena keterbatasan waktu. Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk ikut mereplikasi inovasi ini di lingkungan keluarga masing-masing.
“Teknologinya sangat sederhana. Anak-anak muda bisa membuat hal serupa untuk kakek nenek atau lansia di rumah. Harapannya, ini bisa meningkatkan kualitas hidup lansia ke depannya,” tutur Zarah.
Inovasi CODE GREY menjadi salah satu langkah Puskesmas Sepinggan dalam memanfaatkan teknologi sederhana untuk mendukung keselamatan pasien dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi kelompok usia lanjut.(*/ADV/puskesmas Sepinggan/san)















