PENAJAM, lintasraya.com – DPRD Penajam Paser Utara (PPU) meminta pemerintah pusat serius dalam pembangunan Bendung Telake, yang ada di Kabupaten Paser. Pasalnya dengan adanya bendungan tersebut dipastikan berdampak signifikan terhadap kebutuhan air di kawasan persawahan utamanya di PPU.
Diketahui, pembangunan Bendung Telake seluas 74,307 hektare. Dengan perkiraan kebutuhan anggaran sebesar Rp 759,8 miliar, telah melalui tahap pembebasan lahan di 2020.
Namun teranyar, Kementerian PUPR membatalkan pembangunan bendung itu dan mengalihkan anggarannya ke pembangunan Intake Sungai Sepaku, Kecamatan Sepaku.
Wakil Ketua Komisi I DPRD PPU Irawan Heru Suryanto menyebutkan, pemerintah pusat harusnya tidak melakukan hal itu. Sebab sejak rencana itu dihembuskan belasan tahun yang lalu, masyarakat sekitar khususnya petani sudah sangat mengharapkan.
“Selama ini pertanian di dua daerah ini hanya mengandalkan hujan. Tentu saja sangat berpengaruh terhadap pertanian,” jelasnya, Kamis (3/3/2022).
Sesuai hasil kajian yang telah dilakukan sebelum proyek mulai dikerjain. Urgensi Bendung Telake nantinya sangat berpengaruh terhadap produktivitas pertanian di dua kabupaten lokasi pendirian.
Dengan adanya bendung itu, dapat menjadikan sawah yang ada di PPU memiliki teknik irigasi modern.
“Kalau pengairannya tidak lancar produktivitas pertanian menurun, di Babulu itu terluas sawahnya, tapi kalau hanya mengandalkan hujan, maka garapan lahan hanya bisa sekali dalam setahun,” tuturnya.
Selain itu, keberhasilan pembangunan Bendung Telake juga secara otomatis berpengaruh terhadap cadangan pangan di Ibu Kota Negara (IKN) nantinya. Khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan yang bersumber dari petani lokal.
Maka dari itu, politisi PKB ini berharap, pemerintah pusat harusnya tidak hanya memperhatikan pembangunan IKN saja. Tetapi juga untuk kebutuhan pertanian di daerah penyangga IKN.
“Kami meminta kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR agar tetap melanjutkan pembangunan dan membangun dengan serius Bendung Telake ini,” tandasnya. (*/sbk/wan)















