Minggu, Juni 21, 2026
  • Login
  • HOME
  • NASIONAL
  • PPU
  • ADVETORIAL
  • OLAHRAGA
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • BALIKPAPAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
  • DPRD BALIKPAPAN
No Result
View All Result
Lintas Raya
  • HOME
  • NASIONAL
  • PPU
  • ADVETORIAL
  • OLAHRAGA
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • BALIKPAPAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
  • DPRD BALIKPAPAN
No Result
View All Result
Lintas Raya
No Result
View All Result
Home BALIKPAPAN

Ratusan Sopir Truk Demo Kelangkaan Solar, DPRD Balikpapan Akan Tempuh Jalur Pusat

admin by admin
4 Mei 2026
in BALIKPAPAN, DPRD BALIKPAPAN
46 1
0
Ratusan Sopir Truk Demo Kelangkaan Solar, DPRD Balikpapan Akan Tempuh Jalur Pusat

Ratusan Sopir Truk Demo Kelangkaan Solar, DPRD Balikpapan Akan Tempuh Jalur Pusat.

Share on FacebookShare on Twitter

LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Ratusan sopir truk menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Balikpapan, Senin (4/5/2026), menuntut solusi atas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang kian parah dalam beberapa waktu terakhir.

Aksi ini dipicu antrean panjang di sejumlah SPBU yang mencapai ratusan kendaraan. Para sopir mengaku harus mengantre berjam-jam bahkan hingga berhari-hari untuk mendapatkan solar, yang berdampak langsung pada pendapatan mereka.

Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, yang turun langsung menemui massa aksi, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga terkait kondisi tersebut. Ia mengungkapkan adanya komitmen untuk membuka layanan distribusi solar selama 24 jam di SPBU.

“Kalau tidak dibuka 24 jam, ini akan terus menimbulkan keributan. Alhamdulillah dari Pertamina Patra Niaga menyambut baik, dan mereka menyampaikan akan diupayakan buka 24 jam,” ujar Alwi.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa langkah tersebut harus dibarengi dengan ketersediaan stok.

“Jangan sampai hanya dibuka 24 jam, tapi barangnya tidak ada. Itu sama saja tidak menyelesaikan masalah. Harus dipastikan stoknya tersedia,” tegasnya.

Selain itu, DPRD juga mendorong adanya penambahan kuota solar untuk Balikpapan. Menurut Alwi, kewenangan tersebut berada di Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta.

Ia pun menginisiasi langkah konkret dengan mengajak perwakilan sopir truk dan mahasiswa untuk bersama-sama bertolak ke Jakarta guna menyampaikan langsung aspirasi tersebut.

“Kami akan bawa perwakilan, dua dari sopir truk dan dua dari mahasiswa, untuk bertemu langsung dengan BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga. Kita ingin mempertanyakan kuota Balikpapan, apakah bisa ditambah,” jelasnya.

Alwi juga menyoroti ironi Balikpapan sebagai kota penghasil minyak namun kerap mengalami kelangkaan BBM.

“Ini bukan pertama kali terjadi. Kita pernah mengalami kelangkaan LPG, dan sekarang BBM lagi. Balikpapan dikenal kota minyak, tapi justru masyarakatnya kesulitan mendapatkan BBM,” katanya.

Sementara itu, Sales Area Manager Retail Kaltimut Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama Aulia Fahjri, menjelaskan bahwa distribusi BBM bersubsidi seperti solar sangat bergantung pada kuota yang ditetapkan pemerintah melalui regulator.

“Namun ada ranah-ranah yang harus kami diskusikan terlebih dahulu dengan regulator terkait. Tanpa kuota yang ditetapkan pemerintah, Pertamina tidak bisa mendistribusikan BBM bersubsidi ke SPBU,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kuota biosolar untuk Kota Balikpapan saat ini berada di kisaran 20 ribu kiloliter per tahun. Dari total tersebut, distribusi masih terbatas pada dua SPBU yang memiliki kuota resmi.

“Untuk Balikpapan, biosolar yang sedang dibahas sekitar 20.000 kiloliter per tahun. Dari dua SPBU itu, rata-rata satu SPBU menerima sekitar 40 ton dan satu lagi sekitar 24 ton,” jelasnya.

Sebagai langkah jangka pendek, Pertamina akan mengoptimalkan layanan di SPBU yang memiliki kuota dengan membuka operasional selama 24 jam.

“Kami akan aktifkan dua SPBU yang memiliki kuota itu dengan membuka pelayanan 24 jam. Untuk SPBU lain yang tidak memiliki kuota, secara regulasi memang tidak bisa menyalurkan,” katanya.

Terkait tuntutan penambahan kuota, Narotama menegaskan bahwa hal tersebut bukan sepenuhnya kewenangan Pertamina, melainkan harus melalui proses pengajuan pemerintah daerah ke BPH Migas.

“Bukan tidak memungkinkan, tapi harus ada diskusi dengan pihak yang menetapkan kuota. Pemerintah daerah bisa mengusulkan ke BPH Migas, nanti kita evaluasi bersama. Begitu kuotanya keluar, Pertamina pasti langsung menyalurkan ke SPBU,” tegasnya.

DPRD Balikpapan berharap langkah koordinasi dengan BPH Migas dapat segera membuahkan hasil, sehingga distribusi solar kembali normal dan aktivitas logistik masyarakat tidak lagi terganggu.(*/ADV/DPRDBalikpapan)

Tags: Dprd Balikpapan
admin

admin

Next Post
Harga Pangan Stabil, Inflasi Balikpapan–PPU Kian Jinak

Harga Pangan Stabil, Inflasi Balikpapan–PPU Kian Jinak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect with us

  • 136 Followers
  • 24k Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Merasa Ditipu PT Mahkota Putra Group, Sebanyak 39 Pekerja Asal Nganjuk Terlantar di Balikpapan

Merasa Ditipu PT Mahkota Putra Group, Sebanyak 39 Pekerja Asal Nganjuk Terlantar di Balikpapan

29 Maret 2023
Klinik Fertilitas Indonesia Hadir di Balikpapan, Alternatif Program Kehamilan

Klinik Fertilitas Indonesia Hadir di Balikpapan, Alternatif Program Kehamilan

2 Maret 2022
Jamri Islamic Land Hadir di Balikpapan, Hunian Syariah Nyaman dengan Cicilan Suka-suka

Jamri Islamic Land Hadir di Balikpapan, Hunian Syariah Nyaman dengan Cicilan Suka-suka

3 Februari 2023
Megawati Dijadwalkan Hadiri Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-XVIII, Budiono : Jadikan Semangat Kader Songsong Pemilu 2024

Megawati Dijadwalkan Hadiri Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-XVIII, Budiono : Jadikan Semangat Kader Songsong Pemilu 2024

21 Februari 2023
Selangkah lagi UNIP Berdiri Di IKN Nusantara, Hasanuddin : YPIP Perlu Dana Rp 7,5 Miliar

Selangkah lagi UNIP Berdiri Di IKN Nusantara, Hasanuddin : YPIP Perlu Dana Rp 7,5 Miliar

3
Dukung Penyetaraan Honor Guru PAUD dan TK

Dukung Penyetaraan Honor Guru PAUD dan TK

1
Target PAD 2022 Diperkirakan Meningkat Rp 850 Miliar

Bahas Anggaran KUA-PPAS 2022, Masih Sama Dengan Tahun Kemarin, Rp 2 Triliun

1
DPRD Balikpapan

Masalah Pemasangan PJU Mendominasi Di Reses Amin Hidayat

1
Kasus Korupsi Menggantung, Chairul Huda Soroti Asas Keadilan

Kasus Korupsi Menggantung, Chairul Huda Soroti Asas Keadilan

20 Juni 2026
DPRD Balikpapan Dorong Lansia Tetap Aktif dan Produktif

DPRD Balikpapan Dorong Lansia Tetap Aktif dan Produktif

15 Juni 2026
SPMB 2026 Diawasi Ketat, DPRD Tekankan Transparansi

SPMB 2026 Diawasi Ketat, DPRD Tekankan Transparansi

15 Juni 2026
DPRD Balikpapan Revisi Aturan Pasar, Fokus Lindungi UMKM dan Pasar Rakyat

DPRD Balikpapan Revisi Aturan Pasar, Fokus Lindungi UMKM dan Pasar Rakyat

15 Juni 2026

Recommended

Kasus Korupsi Menggantung, Chairul Huda Soroti Asas Keadilan

Kasus Korupsi Menggantung, Chairul Huda Soroti Asas Keadilan

20 Juni 2026
505
DPRD Balikpapan Dorong Lansia Tetap Aktif dan Produktif

DPRD Balikpapan Dorong Lansia Tetap Aktif dan Produktif

15 Juni 2026
502
SPMB 2026 Diawasi Ketat, DPRD Tekankan Transparansi

SPMB 2026 Diawasi Ketat, DPRD Tekankan Transparansi

15 Juni 2026
503
DPRD Balikpapan Revisi Aturan Pasar, Fokus Lindungi UMKM dan Pasar Rakyat

DPRD Balikpapan Revisi Aturan Pasar, Fokus Lindungi UMKM dan Pasar Rakyat

15 Juni 2026
504
Lintas Raya




© 2021 Lintas Raya Powered by Hosting Rakyat

Navigasi Website

  • Home
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • PPU
  • ADVETORIAL
  • OLAHRAGA
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • BALIKPAPAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
  • DPRD BALIKPAPAN




© 2021 Lintas Raya Powered by Hosting Rakyat