LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Meskipun pelaksanaan imunisasi di sekolah berjalan lancar, masih ada sebagian kecil anak yang belum ingin divaksin.
Pj Imunisasi Puskesmas Manggar, Harni Suprikatin, mengungkapkan biasanya dalam satu kelas ada sekitar tiga hingga empat anak yang takut atau belum mau divaksin.
Namun, pihaknya tidak tinggal diam. Edukasi terus diberikan kepada sekolah dan orang tua mengenai pentingnya imunisasi sebagai perlindungan berkelanjutan dari berbagai penyakit, khususnya difteri dan tetanus.
“Kadang setelah kita jelaskan lewat sekolah atau ke orang tuanya, mereka akhirnya paham dan bersedia ikut imunisasi susulan,” ujar Harni, Rabu 12 November 2025.
Ia menjelaskan, vaksinasi merupakan rangkaian berkelanjutan sejak bayi, balita, hingga usia sekolah.
“Kelas 1, 2, dan 5 SD adalah kelanjutan dari imunisasi dasar yang diterima sejak bayi. Kekebalan yang didapat itu berlangsung lama bahkan sampai usia dewasa,” jelasnya.
Menariknya, untuk anak perempuan, manfaat vaksinasi ini sangat besar. “Kalau dia sudah lengkap vaksinasinya dari bayi sampai SD kelas 5, maka saat dewasa dan menikah, dia tidak perlu lagi vaksin tetanus saat hamil karena sudah punya kekebalan yang cukup. Perlindungan itu bisa bertahan hingga 25 tahun ke depan,” tambah Harni.
Ia menekankan bahwa imunisasi bukan sekadar program rutin, tetapi investasi kesehatan jangka panjang.
“Anak yang terlindungi sejak dini akan tumbuh menjadi generasi yang kuat dan produktif,” tutupnya. (*/ADV/jan)















