LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Keluhan masyarakat soal sulitnya mendapatkan beras kemasan 5 kilogram (kg) di Kota Balikpapan mendapat perhatian serius dari DPRD.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Japar Sidik, menegaskan bahwa kondisi ini bukan disebabkan kelangkaan stok, melainkan persoalan distribusi dan pola pengemasan oleh distributor.
“Dari hasil RDP kemarin, stok beras sebenarnya ada. Hanya saja yang kosong di pasaran itu kemasan 5 kilogram,” ujar Japar, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, saat ini sebagian distributor lebih memilih mengemas beras dalam ukuran besar, seperti 25 kilogram. Keputusan tersebut diambil karena dinilai lebih efisien dari sisi biaya produksi dan distribusi.
Menurutnya, kemasan kecil membutuhkan biaya tambahan, mulai dari proses pengemasan hingga distribusi, sehingga dianggap kurang ekonomis bagi pelaku usaha.
“Kalau dikemas 5 kilogram, biaya produksinya lebih tinggi. Jadi mereka lebih banyak memasarkan ukuran 25 kilogram,” jelasnya.
Selain itu, distributor juga harus menyesuaikan harga dengan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Kondisi ini membuat mereka berupaya menekan biaya agar tetap sesuai dengan batas harga yang berlaku.
Namun, situasi tersebut justru berdampak langsung pada masyarakat, terutama kalangan dengan kemampuan ekonomi terbatas.
Banyak warga yang selama ini mengandalkan pembelian beras kemasan kecil karena lebih terjangkau dan bisa dibeli secara bertahap.
“Tidak semua masyarakat sanggup membeli langsung 25 kilogram. Biasanya mereka beli 5 kilogram sesuai kemampuan,” kata Japar.
Selain faktor harga, kemasan kecil juga dinilai lebih praktis untuk kebutuhan rumah tangga karena tidak memerlukan ruang penyimpanan besar.
Melihat kondisi ini, Komisi II DPRD Balikpapan berencana melakukan peninjauan lebih lanjut terhadap pola distribusi dan pengemasan beras di lapangan.
DPRD juga akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait agar distribusi beras dapat lebih menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
“Kami akan terus memantau dan berkoordinasi agar distribusi beras ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.(*/ADV/DPRD Balikpapan)















