LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Gedung baru DPRD Kota Balikpapan resmi mulai difungsikan setelah seluruh pekerjaan pembangunan dinyatakan rampung. Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, berharap fasilitas baru tersebut menjadi momentum bagi seluruh anggota dewan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Alwi saat menghadiri syukuran sederhana menempati gedung baru DPRD Balikpapan, Minggu (9/8/2026) malam.
Alwi mengatakan, meski proses penyerahan gedung secara administratif dari Pemerintah Kota Balikpapan kepada DPRD belum dilakukan secara resmi, pihaknya telah meminta izin kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mulai menggunakan gedung tersebut.
“Secara resmi memang belum ada surat penyerahan dari Pak Wali Kota. Tapi kami sudah meminta izin kepada Dinas PU untuk menggunakan gedung ini,” kata Alwi.
Menurutnya, keberadaan gedung baru bukan sekadar memberikan fasilitas yang lebih representatif bagi anggota DPRD, tetapi harus dibarengi peningkatan produktivitas dalam menjalankan tugas dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ia bahkan mengingatkan seluruh anggota DPRD agar tidak terlena dengan fasilitas baru.
“Harapan saya dengan adanya gedung baru ini teman-teman dewan jangan malah tambah malas, tambah ogah-ogahan. Jangan hanya sekadar dapat kantor baru, tetapi kerjanya malah kurang maksimal,” tegasnya.
Alwi menjelaskan, pembangunan gedung baru dilatarbelakangi kondisi kantor DPRD lama yang dinilai sudah tidak representatif, terutama dalam menampung kegiatan rapat dan menerima masyarakat maupun tamu dari luar daerah.
Salah satu persoalan utama adalah keterbatasan ruang rapat. DPRD Balikpapan selama ini hanya memiliki satu ruang yang harus digunakan secara bergantian untuk berbagai agenda, mulai dari rapat Badan Anggaran, Badan Musyawarah, rapat komisi, pembahasan peraturan daerah hingga rapat dengar pendapat (RDP).
“Kita hanya punya satu ruangan rapat. Dipakai rapat Banggar, Banmus, rapat komisi, pembahasan perda sampai RDP. Kadang kita harus antre dan bergantian menggunakan ruangan,” jelasnya.
Kondisi serupa terjadi di ruang komisi. Kapasitas ruangan yang terbatas membuat anggota komisi kesulitan ketika harus menerima banyak mitra kerja dalam agenda RDP.
“Ruang komisi itu hanya bisa menampung sekitar sembilan sampai sepuluh orang. Kalau komisi melakukan RDP dengan mitranya, sudah tidak muat,” ujarnya.
Tak hanya ruang rapat, fasilitas ibadah di kantor lama juga dinilai tidak mampu menampung jumlah pengguna. Musala yang tersedia hanya berkapasitas sekitar 45 orang.
Alwi mencontohkan kondisi tersebut terasa saat pelaksanaan peringatan Hari Buruh atau May Day, ketika banyak masyarakat dan peserta kegiatan harus bergantian menggunakan musala.
Selain menjadi solusi atas keterbatasan fasilitas, gedung baru juga diharapkan mampu menghemat anggaran daerah. Selama ini, DPRD Balikpapan harus menyewa hotel untuk menggelar rapat paripurna karena tidak memiliki ruang paripurna yang memadai.
“Selama ini kalau paripurna kita selalu menggunakan hotel. Biayanya tentu tidak sedikit. Dengan adanya kantor baru, kenapa tidak kita fungsikan,” katanya.
Dengan selesainya pembangunan, Alwi memastikan DPRD Balikpapan mulai berkantor di gedung baru pada Senin (10/8/2026). Bahkan, rapat paripurna perdana juga direncanakan digelar di gedung tersebut.
Meski demikian, Alwi menyebut masih terdapat sejumlah pekerjaan finishing yang perlu diselesaikan. Di antaranya pemasangan beberapa gorden dan aliran air yang masih dalam proses penyelesaian.
“Besok kita sudah berkantor di sini. Memang masih ada sedikit kekurangan untuk finishing, seperti gorden yang belum terpasang. Bahannya sudah ada, tinggal dipasang. Air juga masih dalam proses, mudah-mudahan satu dua hari selesai,” ujarnya.
Alwi juga menegaskan pembangunan gedung baru DPRD Balikpapan bukan proyek yang baru dimulai di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Proses pembangunan telah berlangsung sejak 2023 dan dikerjakan secara bertahap hingga 2026.
Pembangunan tersebut terdiri dari beberapa tahap, termasuk pekerjaan interior serta fasilitas penunjang seperti lift. Alwi menyebut pembangunan sempat mengalami kendala hingga menimbulkan keraguan apakah proyek tersebut dapat diselesaikan.
“Memang sempat diragukan apakah gedung ini bisa terbangun sampai selesai. Tahap pertama dan kedua sempat mangkrak. Saya waktu itu juga belum menjadi ketua DPRD,” ungkapnya.
Ia pun memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Balikpapan, khususnya Wali Kota Balikpapan dan Dinas PU, yang menurutnya telah serius menyelesaikan pembangunan hingga tuntas.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah Kota, dalam hal ini Pak Wali Kota bersama Dinas PU. Karena pengerjaannya memang berada di Dinas PU, bukan di Sekretariat DPRD. Alhamdulillah akhirnya bisa terbangun sampai tuntas 100 persen,” tuturnya.
Menurut Alwi, gedung baru tersebut secara khusus diperuntukkan bagi aktivitas anggota DPRD, seperti ruang komisi, ruang fraksi, ruang Banggar, Banmus, Pansus, pembahasan perda serta ruang rapat paripurna.
Sementara itu, sebagian besar staf Sekretariat DPRD tetap berkantor di gedung lama. Namun, beberapa bagian yang berkaitan langsung dengan aktivitas anggota dewan, seperti protokol, kemungkinan akan dipindahkan ke gedung baru agar lebih mudah dalam menunjang kegiatan dan menerima tamu.
Syukuran yang digelar Minggu malam berlangsung sederhana. Alwi menegaskan kegiatan tersebut bukan bentuk euforia berlebihan, melainkan sebagai ungkapan rasa syukur karena DPRD Balikpapan akhirnya dapat menempati gedung baru.
“Ini syukuran kecil-kecilan saja. Kita tidak ingin euforia berlebihan, apalagi di tengah kondisi efisiensi seperti sekarang,” katanya.
Ia berharap gedung baru DPRD Balikpapan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi tempat lahirnya kebijakan-kebijakan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan warga.
“Semoga kantor ini membawa keberkahan bagi teman-teman dewan dan tentunya bagi masyarakat Kota Balikpapan,” pungkas Alwi.(*/ADV/DPRD Balikpapan)














