LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — DPRD Kota Balikpapan menekankan pentingnya pemerataan fasilitas pendidikan sebagai bagian utama dalam peningkatan kualitas pembelajaran, di tengah gencarnya program digitalisasi di sektor pendidikan.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Sofyan Jufri, mengingatkan bahwa penerapan teknologi di sekolah harus diiringi dengan pemenuhan sarana dan prasarana dasar yang memadai. Menurutnya, pengembangan digital tidak boleh mengabaikan kebutuhan fundamental yang masih menjadi persoalan di sejumlah sekolah.
Ia menilai pemasangan perangkat teknologi seperti kamera pengawas (CCTV) di ruang kelas merupakan langkah positif dalam meningkatkan pengawasan serta transparansi kegiatan belajar mengajar. Namun demikian, hal tersebut dinilai belum cukup apabila fasilitas dasar belum terpenuhi secara merata.
“Digitalisasi penting, tetapi jangan sampai kebutuhan dasar seperti ruang kelas, fasilitas pendukung, hingga ketersediaan tenaga pengajar terabaikan,” ujar Sofyan, Selasa (31/3/2026).
Sofyan mengungkapkan, hingga kini masih terdapat sekolah yang menghadapi keterbatasan ruang belajar serta minim sarana penunjang. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan dan efektivitas proses pembelajaran siswa.
Selain itu, DPRD juga menyoroti adanya ketimpangan fasilitas pendidikan antarwilayah di Balikpapan. Di kawasan padat penduduk, sejumlah sekolah mengalami kelebihan kapasitas, sementara di wilayah lain justru masih kekurangan sarana pendidikan.
Ia menegaskan, persoalan tersebut perlu segera ditangani melalui kebijakan yang berorientasi pada pemerataan akses pendidikan.
Lebih lanjut, Sofyan menyebut bahwa perencanaan pembangunan sektor pendidikan harus mempertimbangkan laju pertumbuhan penduduk. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, kesenjangan akses pendidikan berisiko semakin melebar.
DPRD melalui Komisi IV, lanjutnya, akan terus mendorong Pemerintah Kota Balikpapan untuk menyeimbangkan antara program digitalisasi dengan pembangunan fisik sekolah, termasuk penambahan unit sekolah baru dan peningkatan kualitas fasilitas yang ada.
“Peningkatan kualitas pendidikan hanya dapat tercapai jika digitalisasi berjalan beriringan dengan penguatan sarana dasar,” tutupnya.(*/ADV/DPRD BALIKPAPAN)















