LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Fadlianoor, Sangsi terhadap efektivitasnya penggunaan Bus Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) yang digadang-gadang sebagai solusi kemacetan di Kota Balikpapan.
Pertanyaan ini muncul terkait bantuan 22 unit Bus SAUM dari Kementerian Perhubungan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan yang akan diterima pada Juli mendatang.
“Alhamdulillah bantuan tersebut bisa didapatkan, menunjukkan kinerja Pemkot Balikpapan dalam memperoleh bantuan ini patut diapresiasi. Namun, yang perlu diperhatikan adalah pemanfaatannya,” ujar Fadlianoor, Rabu (26/06/2024).
Menurutnya, Bus SAUM lebih tepat digunakan untuk mengangkut anak sekolah dan wisatawan, mengingat banyaknya sekolah di Balikpapan Utara yang kerap mengalami kemacetan saat jam berangkat dan pulang sekolah.
“Di Balikpapan Utara, khususnya di kawasan Strat I-IV, kemacetan sering terjadi di jam-jam sibuk sekolah. Bayangkan jika ada 400 siswa dalam satu sekolah, berarti ada 400 kendaraan yang keluar masuk, pasti macet,” ungkapnya.
Untuk mengurai kemacetan di Balikpapan Utara, Fadlianoor mengusulkan penambahan koridor Bus SAUM di titik-titik sekolah.
“Namun, perlu regulasi yang kuat untuk mendukungnya. Aturan seperti di Jakarta yang menerapkan ganjil-genap bisa menjadi contoh,” tuturnya.
Menurutnya, regulasi tersebut dapat mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi publik.
“Di Jakarta, dengan regulasi yang jelas, masyarakat terdorong untuk menggunakan transportasi publik,” terangnya.
Lebih lanjut, Fadlianoor berharap agar Dishub Balikpapan dapat menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Komisi III DPRD terkait program yang dicanangkan. Hal ini bertujuan agar program tersebut dapat berjalan maksimal, baik dari segi pemanfaatan maupun efektivitasnya.
“Kami harapkan Dishub bisa berkomunikasi dan berkoordinasi dengan kami terkait program ini. Sehingga program ini dapat berjalan maksimal dan efektif dalam mengatasi kemacetan di Balikpapan,” pungkasnya.(*/ADV/DPRD Balikpapan)















