LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Balikpapan menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Balikpapan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.
Hal tersebut disampaikan Ketua Kadin Kota Balikpapan, Noval Asfihani, usai pelantikan pengurus Kadin Kota Balikpapan, Senin (8/6/2026) malam, di Aula rumah jabatan walikota Balikpapan. Tampak hadir juga sejumlah tokoh daerah, Dewan Pertimbangan Kadin, serta Wali Kota Balikpapan.
Menurut Noval, kehadiran berbagai unsur pemerintah dan pemangku kepentingan dalam pelantikan tersebut menjadi bukti kuat bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap peran Kadin sebagai mitra strategis pembangunan ekonomi.
“Pelantikan malam ini menjadi momentum penting bagi kami. Kami sangat senang karena dihadiri hampir seluruh Dewan Pertimbangan, tokoh-tokoh daerah, dan juga Wali Kota Balikpapan. Kehadiran beliau menunjukkan bahwa pemerintah kota memberikan dukungan yang baik kepada Kadin,” ujar Noval.
Ia berharap hubungan yang telah terjalin dapat semakin diperkuat sehingga Kadin dan pemerintah mampu bekerja bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim usaha yang sehat di Balikpapan.
“Kami berharap Kadin ke depan benar-benar bisa bersinergi dengan pemerintah untuk memajukan ekonomi Kota Balikpapan,” katanya.
Noval mengakui kondisi ekonomi global saat ini memberikan dampak signifikan terhadap dunia usaha, termasuk di Indonesia. Ketidakpastian ekonomi dunia, fluktuasi nilai tukar, hingga melemahnya pasar keuangan menjadi faktor yang membuat pelaku usaha lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
Menurutnya, salah satu kekhawatiran terbesar adalah menurunnya minat investasi yang berpotensi berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja.
“Kondisi ekonomi global saat ini memang tidak begitu baik. Kita melihat berbagai indikator ekonomi mengalami tekanan. Yang kami khawatirkan adalah banyak investor yang menjadi ragu untuk menanamkan modalnya. Kalau investasi menurun, otomatis kesempatan kerja juga akan ikut terpengaruh,” jelasnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Noval menilai langkah efisiensi dan pemanfaatan teknologi digital menjadi strategi yang harus diterapkan pelaku usaha agar mampu bertahan di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.
Ia mengungkapkan arahan yang disampaikan Wali Kota Balikpapan dalam pelantikan juga menekankan pentingnya transformasi digital dan efisiensi operasional perusahaan.
“Tadi Pak Wali Kota juga memberikan arahan bahwa kita harus lebih efisien dan mampu memanfaatkan teknologi digital. Digitalisasi harus digunakan untuk meningkatkan efisiensi usaha. Menurut kami, efisiensi menjadi salah satu kunci utama agar perusahaan bisa bertahan dalam kondisi yang penuh ketidakpastian seperti sekarang,” tuturnya.
Terkait munculnya kabar pengurangan tenaga kerja di sejumlah sektor usaha, termasuk perhotelan dan jasa perjalanan, Noval tidak menampik bahwa ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) memang menjadi risiko yang dihadapi dunia usaha saat kondisi ekonomi sedang tertekan.
Namun demikian, ia menegaskan PHK biasanya menjadi pilihan terakhir yang dilakukan perusahaan ketika kondisi keuangan sudah tidak memungkinkan untuk mempertahankan seluruh tenaga kerja.
“PHK tentu tidak diinginkan siapa pun. Tetapi dalam kondisi tertentu, perusahaan terpaksa mengambil langkah tersebut apabila sudah tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran. Kondisi ini kembali lagi dipengaruhi oleh tekanan ekonomi global yang sedang terjadi,” ujarnya.
Karena itu, Noval mengajak seluruh pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi dan semangat gotong royong dalam menghadapi tantangan ekonomi.
“Para pengusaha harus saling mendukung dan tidak hanya memikirkan kepentingan masing-masing. Kalau kita bisa bergotong royong dan saling membantu, saya yakin ekonomi kita bisa lebih kuat menghadapi situasi saat ini,” katanya.
Noval juga menyinggung sejumlah kebijakan perpajakan yang saat ini menjadi perhatian pelaku usaha. Menurutnya, dunia usaha harus mampu beradaptasi terhadap berbagai regulasi yang diterbitkan pemerintah.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa sejumlah kebijakan masih memberikan masa transisi dan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha.
“Namanya kebijakan, suka tidak suka pelaku usaha harus bisa menyesuaikan. Tetapi kita juga harus melihat bahwa masih ada masa transisi dan berbagai benefit yang bisa dimanfaatkan. Mari bersama-sama memanfaatkan peluang yang masih tersedia agar usaha tetap bisa berkembang,” pungkasnya.(*/san)














