LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Puskesmas Sepinggan terus berinovasi dalam penyampaian edukasi kesehatan ibu dan anak. Melalui Program Kelas Ibu Hamil yang digelar rutin setiap Senin dan Rabu, peserta mendapatkan empat sesi pembelajaran yang mencakup tanda bahaya kehamilan dan persalinan, anemia, kesehatan mental, penyakit menular seperti HIV, serta perawatan bayi baru lahir.
Namun, kesibukan sebagian ibu hamil terutama yang bekerja membuat kehadiran pada sesi tatap muka kerap tidak lengkap. Menyikapi hal ini, Puskesmas Sepinggan mengembangkan metode edukasi tambahan melalui WhatsApp Group (WA Group) untuk memastikan informasi tetap dapat diakses secara merata.
“Karakter ibu hamil banyak yang bekerja. Kalau dipanggil offline sering tidak lengkap pesertanya. Dengan grup WA, materi tetap bisa tersampaikan, dan mereka bisa bertanya kapan saja,” jelas Yati Iryani, A.Md.Keb, Penanggung Jawab Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas Sepinggan.
Yati menambahkan bahwa pemanfaatan WA Group membuat edukasi lebih fleksibel. Para ibu dapat membaca ulang materi pada sore atau malam hari tanpa terikat jadwal kelas. Hal ini terbukti meningkatkan keterjangkauan informasi serta memberi ruang diskusi yang lebih leluasa.
“Dengan WA Group, ibu juga bisa kembali membuka materi kapan saja. Biasanya mereka membaca saat waktu luang di rumah. Jadi meski tidak sempat hadir langsung, edukasi tetap berjalan,” tambahnya, saat ditemui di ruangannya, Sabtu (22/11/2025).
Puskesmas Sepinggan berharap metode hybrid ini kombinasi kelas tatap muka dan edukasi digital dapat memperkuat pemahaman ibu hamil terhadap kesehatan kehamilan hingga perawatan bayi baru lahir, sekaligus memastikan tidak ada peserta yang tertinggal informasi penting.(*/ADV/puskesmas Sepinggan)















