LINTASRAYA.COM BALIKPAPAN — Upaya meningkatkan kualitas hidup warga berpenghasilan rendah terus digencarkan. Anggota DPRD Kota Balikpapan Danang Eko Susanto menunjukkan langkah nyata dengan menggandeng Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) serta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dalam kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2025/2026 di RT 59 Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, Minggu (19/10/2025) malam.
Berbeda dari reses sebelumnya, kali ini Danang menghadirkan dua instansi teknis agar warga bisa langsung mendapatkan informasi dan solusi dari sumbernya. Fokus utama pertemuan ini adalah program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yang menjadi salah satu kebutuhan mendesak di kawasan tersebut.
“Saya ingin warga mendapatkan penjelasan langsung soal mekanisme dan syarat program bedah rumah. Di Sepinggan ini ada beberapa warga yang sangat layak dan potensial untuk menerima bantuan,” jelas Danang di sela kegiatan.
Dalam dialog hangat itu, perwakilan Disperkim Balikpapan menjabarkan sejumlah kriteria penerima bantuan, seperti kepemilikan legalitas tanah, status sebagai rumah tangga tetap, dan tergolong dalam kategori MBR. Program ini, lanjut Danang, memang dirancang untuk membantu keluarga yang telah menetap dan membutuhkan hunian layak.
“Kalau masih bujang belum bisa diusulkan, karena program ini ditujukan bagi keluarga yang sudah menetap dan benar-benar membutuhkan,” tuturnya.
Program bedah rumah tersebut juga merupakan bagian dari inisiatif sosial yang mendapat dukungan dari Anggota DPR RI Budi Djiwandono, yang selama ini aktif mendorong peningkatan kualitas hunian melalui kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah.
Danang menegaskan, sejumlah warga di Balikpapan Selatan sudah mulai merasakan manfaat program tersebut. Ia berharap kolaborasi lintas sektor ini bisa terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang menikmati hasilnya.
“Kami ingin bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan. Rumah layak adalah pondasi kesejahteraan,” tegas politisi PKB itu.
Selain membahas bedah rumah, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan warga untuk berkonsultasi terkait perbaikan lingkungan, drainase, dan akses infrastruktur dasar lainnya. Disperkim membuka ruang dialog langsung agar proses pengajuan dapat berjalan lebih cepat dan transparan.
“Dengan komunikasi seperti ini, warga jadi lebih paham dan pemerintah bisa langsung menindaklanjuti keluhan di lapangan,” ujar Danang.
Kegiatan reses itu pun berlangsung penuh keakraban dan disambut antusias oleh warga dari berbagai RT di Kelurahan Sepinggan. Bagi Danang, reses bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah nyata membangun jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
“Aspirasi warga akan terus kami perjuangkan agar pembangunan benar-benar dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” pungkasnya.(*/ADV/DPRD Balikpapan)















