BALIKPAPAN, lintasraya.com – Tak Kenal lelah untuk mendengarkan aspirasi konstituennya, Anggota DPRD Balikpapan Suriani Lakukan Reses sehari dua kali.
Hal tersebut dilakukan, dengan harapan seluruh keluhan warga didapilnya dapat tersampaikan. Diketahui, Reses pertama Suriani pada Masa Sidang II Tahun 2022 ini, berlangsung di RT 31 kelurahan Manggar Baru pada Senin Sore.
Untuk yang kedua, Reses wanita dari fraksi Golkar ini berlokasi di RT 52 kelurahan Manggar, Balikpapan Timur, Senin (20/6/2022) malam.
Tampak antusias puluhan warga yang hadir dalam reses tersebut. Dengan semangat warga menyampaikan keluhan dan harapannya.
Dalam reses tersebut banyak yang menjadi keluhan dan harapan warga. Diantaranya, masalah Penerimaan anak didik baru, daerah rawan banjir, pengadaan sarana pembantu RT 52 hingga persoalan yang sama di reses sebelumnya yakni Semenisasi jalan gang di beberapa RT sekitar.
Warga RT 22, Kasman mengeluhkan, kondisi parit di setiap gang sangat kecil dan belum maksimal untuk menampung aliran air dikala hujan deras. Akibatnya, sering terjadi banjir.
Dirinya berharap, ada perbaikan drainase yang masuk di gang kecil dengan ukuran 20 cm dengan atas terbuka. Agar Lebih maksimal dan dampaknya juga lebih bagus ke lingkungan warga.
“Dulu kami tanam pipa untuk saluran parit, dengan harapan masih bisa digunakan sebagai jalan atasnya. namun ternyata tidak maksimal karena jika ada kendala susah melakukan perbaikan dan pembersihannya,” jelasnya.
Sementara itu, keluhan Ketua RT 22 Kartono tentang, belum tersedianya lokasi Posyandu yang permanen. Memang saat ini, ada lahan hibah dari warga dan proses pengajuan serah terima di kelurahan sudah diterima. Namun masih menunggu antrian di kelurahan.
Dirinya berharap, Posyandu ini segera terealisasi. Karena akan digunakan multifungsi sekaligus sebagai poskamling untuk keamanan kampung.
“Saat ini Posyandu masih dirumah saya. Dan rumah saya sempit jadi kurang maksimal untuk kegiatan Posyandu,” kata Kartono.
Ia menambahkan, kelurahan selanjutnya tentang persoalan pemasangan PDAM. Saat ini RT 22 mendapat 12 kuota pemasangan PDAM. Namun saat di Survey hanya 8 yang bisa direalisasikan. Dengan alasan Persyaratannya yang sangat mempersulit warga.
“Warga kami siap untuk gotong royong untuk pemasangan pipa induk. Tapi jangan di persulit untuk persyaratannya,” tambahnya.
Menyikapi semua kelurahan warga tersebut, Suriani akan mengupayakan semaksimal mungkin. Untuk merealisasikan harapan konstituennya dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas.
Sebab, dirinya menjelaskan, jatah anggaran Pokir miliknya sebagai anggota Legislatif hanya Rp 800 juta. Nilai itu hanya mampu untuk dialokasikan di 4 titik saja. Dan ini harus disebar kebeberapa titik konstituennya seperti Teritip, Lamaru dan Manggar. Sisanya menunggu anggaran di tahun selanjutnya.
“Insya Allah Oktober dan November akan dilakukan penginputan data di aplikasi SIPD. Selanjutnya Pengerjaan kita diupayakan di APBD murni 2023 mendatang,” ucapnya disela tanya jawab.
Khusus untuk pembangunan Posyandu bisa diupayakan. Dengan catatan harus jelas lahan yang telah dihibahkan. Dan ada dasar pembangunannya.
“Harus jelas dulu surat hibahnya. Lalu kalau bisa sudah ada dasar pembangunan. Minimal pondasinya atau berdiri tiangnya. Pasti akan kami bantu,” bebernya.
Suriani pun mengimbau, bagi RT yang ingin mengajukan perbaikan rumah ibadah bisa segera diajukan. Sebab, untuk pembangunan rumah ibadah ada di sistem jadi sangat bisa dibantu.
“Contohnya kelurahan manggar sudah terealisasi. Tolong diusulkan jika ada ingin perbaikan rumah ibadah. Renovasi atap, lantai keramik dan kubah pun bisa,” ungkapnya.
Sementara, tentang pemasangan PDAM, dirinya menjelaskan, Balikpapan timur sudah terealisasi pemasangan 2.000 khusus MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) yang betul-betul sesuai kriteria.
“Jika warga mau pengajuan cepat bisa jalur mandiri/kolektif. Nanti bersama-sama ke PDAM. Apalagi jika waduk lamaru sudah siap digunakan dipastikan tidak ada kekurangan air bersih di Balikpapan timur,” tandasnya(*/wan)















