PENAJAM, lintasraya.com – Sujiati Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara) menerima 2 keluhan. Hal tersebut diterima dirinya dalam reses masa sidang 3 di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Sujiati mengungkapkan hal pertama yang menjadi keluhan yakni harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang dianggap mengalami kenaikan luar biasa. Meski demikian solar subsidi tersedia namun tidak mampu menahan laju kebutuhan.
“Di Waru bersama kelompok nelayan yang mereka keluhkan saat ini adalah BBM solar yang sangat luar biasa kenaikannya. Memang ada solar subsidi tapi tidak banyak jadi tidak bisa memenuhi permintaan nelayan,” ungkap Sujiati, senin (08/08/2022).
Kemudian keluhan yang kedua yakni terkait jalan rusak yang menjadi andalan petani ataupun nelayan. Namun saat ini pihak legislatif tak bisa banyak berjanji. Pasalnya gambaran untuk anggaran aspirasi dikatakan Sujiati belum mencuat.

“Kedua terkait akses jalan banyak yang rusak itu sih. Ya saya sendiri tidak berani janji aspirasi karena belum ada gambarannya,”tutur dia.
Dari hasil reses tersebut dirinya akan menyampaikan kepada ketua komisi dan pimpinan DPRD kabupaten Penajam Paser Utara.
“Saya akan laporkan dengan pimpinan gimana solusinya seperti apa dan juga ketua komisi,”kata dia.
Dirinya pun memiliki solusi berupa menggelar pertemuan dengan dinas dan pihak terkait soal keluharan tersebut. Dan juga solusi untuk meminta bantuan kepada pemerintah pusat membangun jalan rusak melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN)
“Kalau gambaran saya nanti kita panggil dinas terkait dan Pertamina. Soalnya dengan harga solar saat ini tidak menutupi nilai modal. Intinya tetap berusaha untuk genjot gimana caranya APBN itu bisa memperbaiki jalan yang rusak,” imbuhnya.(*/dy/wan)















