LINTASRAYA.COM, SAMARINDA – Mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, menegaskan bahwa berbagai kegiatan sosial maupun bantuan yang pernah diberikannya kepada masyarakat selama menjabat sebagai kepala daerah bersumber dari usaha yang telah dimiliki keluarganya jauh sebelum dirinya menduduki jabatan publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Rita sebagai bagian dari upayanya meluruskan persepsi yang berkembang di tengah masyarakat terkait sumber penghasilan yang dimilikinya selama menjabat sebagai Bupati Kutai Kartanegara.
Menurut Rita, keluarganya telah memiliki sejumlah usaha yang berjalan lama sebelum dirinya terjun ke dunia politik. Karena itu, ia berharap masyarakat dapat melihat persoalan yang kini dihadapinya secara lebih utuh dan berdasarkan fakta yang ada.
“Yang ingin saya sampaikan adalah bahwa saya dan keluarga telah memiliki usaha sebelum saya menjabat sebagai bupati. Karena itu saya berharap masyarakat dapat melihat persoalan ini secara utuh,” kata Rita.
Ia menjelaskan bahwa aktivitas usaha yang dimiliki keluarganya bukanlah sesuatu yang muncul setelah dirinya menjadi pejabat publik. Seluruh kegiatan usaha tersebut, lanjutnya, telah berjalan sejak lama dan memiliki dokumen serta legalitas yang dapat ditelusuri.
Rita juga mengungkapkan bahwa kepemilikan saham pada salah satu perusahaan telah dicantumkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikannya saat masih menjabat sebagai pejabat publik.
“Kepemilikan yang saya miliki tidak pernah saya sembunyikan. Semua telah dilaporkan sesuai mekanisme yang berlaku pada saat itu,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan laporan tersebut menunjukkan bahwa informasi mengenai kepemilikan usaha telah diketahui melalui mekanisme administrasi resmi yang berlaku. Karena itu, ia berharap seluruh aspek yang berkaitan dengan kepemilikan usaha dapat dilihat berdasarkan data dan dokumen yang tersedia.
Rita menegaskan bahwa selama memimpin Kabupaten Kutai Kartanegara, dirinya berupaya menjaga batas yang jelas antara tugas sebagai kepala daerah dan aktivitas usaha keluarga.
“Saya selalu berusaha menjalankan amanah sebagai kepala daerah secara profesional dan memisahkan urusan pemerintahan dengan urusan usaha keluarga,” katanya.
Ia mengaku prihatin karena hingga kini masih terdapat anggapan yang mengaitkan seluruh sumber penghasilannya dengan jabatan yang pernah diemban. Menurutnya, persepsi tersebut perlu diluruskan agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai latar belakang ekonomi keluarganya.
“Yang membuat saya sedih adalah ketika usaha yang sudah ada sejak lama kemudian dipersepsikan seolah-olah seluruhnya berkaitan dengan jabatan yang pernah saya emban,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rita menjelaskan bahwa selama menjabat sebagai bupati, dirinya berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan bantuan kemasyarakatan. Baginya, kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab moral yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin.
Ia berharap masyarakat dapat membedakan antara aktivitas usaha yang telah dimiliki sebelum dirinya menjadi pejabat publik dengan kewenangan yang melekat pada jabatan kepala daerah.
“Saya berharap ada pemahaman yang utuh mengenai sumber penghasilan maupun latar belakang usaha yang saya miliki sebelum menjadi pejabat publik,” ujarnya.
Meski masih menghadapi sejumlah pengembangan perkara yang berkaitan dengan kasus yang pernah menjeratnya, Rita menegaskan tetap menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Ia juga menyatakan siap memberikan penjelasan apabila diperlukan oleh pihak yang berwenang.
“Saya akan tetap mengikuti seluruh proses yang ada. Harapan saya sederhana, yaitu agar setiap persoalan dilihat berdasarkan fakta, dokumen, dan kondisi yang sebenarnya,” tegasnya.
Sebagai informasi, Rita Widyasari telah menyelesaikan masa pidananya dan dinyatakan bebas pada Agustus 2025. Namun demikian, Komisi Pemberantasan Korupsi masih melakukan pengembangan terhadap sejumlah perkara yang berkaitan dengan kasus yang sebelumnya menjerat mantan Bupati Kutai Kartanegara tersebut.(*/wan)















