LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Puskesmas Sepinggan terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui program gizi terpadu yang menyasar balita dan ibu hamil berisiko.
Salah satu intervensi utama ialah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal yang rutin dibagikan kader setiap hari. 700 Balita Terima PMT Lokal Setiap Hari.
Tahun ini, total 700 balita di wilayah kerja Puskesmas Sepinggan menerima PMT lokal berupa kudapan bergizi. Rinciannya; 250 balita gizi kurang, 225 balita dengan berat badan tidak naik (BB stagnan) dan 225 balita BB kurang.
PMT diberikan setiap hari melalui kader Posyandu untuk memastikan asupan balita tetap terkontrol dan tepat sasaran.
“Kudapan PMT lokal dibuat dengan bahan bergizi seperti telur, ikan, dan sayuran. Setiap hari kader mengantar agar anak-anak benar-benar mengonsumsi,” jelas Neny Nur Astuti, S.Tr.Gz, Nutrisionis Puskesmas Sepinggan.
Selain balita, sebanyak 25 ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) ditandai lingkar lengan lebih dari 23,5 cm juga menerima PMT lokal selama 120 hari.
“Kader mengantar PMT ke rumah supaya ibu hamil tidak perlu jauh-jauh ke puskesmas. Ini juga memudahkan kami memantau perkembangannya,” ujar Neny, saat ditemui di ruangannya, Sabtu (22/11/2025).
Intervensi ini bertujuan meningkatkan status gizi ibu hamil, sehingga risiko bayi lahir dengan berat badan rendah dan stunting dapat ditekan.
Neny menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya dilakukan ketika ibu hamil atau saat anak lahir, tetapi jauh sebelumnya, yakni pada fase remaja.
“Remaja putri wajib minum tablet tambah darah seminggu sekali. Banyak yang tidak mau karena bau dan rasanya, padahal ini penting agar mereka tidak anemia saat hamil nanti,” terangnya.
Anemia pada remaja berlanjut menjadi anemia pada ibu hamil, yang berisiko menyebabkan bayi lahir dengan masalah gizi dan potensi stunting.
Untuk balita yang terindikasi stunted, Neny memberikan imbauan praktis:
“Konsumsi protein hewani harus ditingkatkan. Minimal satu butir telur setiap hari sebagai tambahan di luar lauk utama.”
Telur dapat direbus, digoreng, atau diolah sesuai selera, asalkan tidak dikonsumsi mentah. Protein hewani juga wajib dipenuhi oleh ibu hamil.
“Apa yang ibu makan menentukan kualitas anak. Banyak makan ikan, telur, ayam, bukan hanya nasi dan sayur saja,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa protein hewani tidak harus mahal. Tidak perlu salmon. Patin, lele, ayam, telur itu sudah sangat cukup untuk pemenuhan gizi.
Neny menekankan bahwa gizi adalah investasi jangka panjang bagi tumbuh kembang anak.
“Kalau ingin anak sehat dan pintar, mulai dari sekarang perbaiki pola makan. Protein hewani wajib ada setiap hari. Prioritaskan makanan lokal yang bergizi,” pungkasnya.(*/ADV/puskesmas Sepinggan)















